Rabu, 29 April 2015
Bukannya Melow, Cuma Bangga Memiliki Kebersamaan
Kami datang dari latar belakang yang berbeda
Tersebar dari ujung Hulu sampai batas Kotabaru
Tak terbatas ras, suku dan keyakinan
Mulai dari Batak, Dayak, Dayak Arab, Arab Banjar, Banjar Negro, Banjar asli, suku perbatasan, Jawa asli, Jawa Kw, sampai keturunan asli Tionghowa dan yang kesindiran Cina
Kami semua dikumpulkan dalam satu kesempatan
Kesempatan untuk tidak hanya berbagi suka
Namun juga saling memberikan tawa saat menyimpan duka
Kesempatan untuk memiliki sebuah perjalanan
Dengan hiruk pikuk ceritanya
Dengan semua seluk beluk permasalahannya
Dimana nantinya akan jadi kebanggaan bagi setiap dari diri kami
Melebihi kedekatan dengan keluarga?
Hal itu tidak berlebihan
Karena bersendawa tanpa gengsi di depan sepupu pun mungkin tidak dilakukan
Kentut dengan senang hati dan diikuti gelak tawa, itu mungkin tidak terjadi saat bergumul dengan sanak keluarga
Dari berkumpul di warung yang memiliki jalan semut didindingnya, bahkan tikus mati dibawah meja
Lalu berpindah ke rumah kontrakan sederhana berkamar 2, tapi berisikan 10 orang lebih di dalamnya
Sampai sebuah meja yang difungsikan sebagai kursi, menjadi tempat legendaris
Dimana waktu sebagai pengangguran sangat dinikmati
Sebuah bukit yang kami sebut gunung
Alam pertama yang kami nikmati bersama
Setelah bukit lalu berbelok ke pantai
Perjalanan dari sore sampai sore yang menjatuhkan 6 orang
Dan syukurnya, saat ada yang jatuh pun masih bisa memberikan tawa
Dari pantai kami melancong ke pulau seberang
Tempat dimana 1 motor 3 orang itu hal yang menyenangkan
Tempat dimana nyasar bisa membuat kami bersenda gurau
Tempat yang paling banyak menghabiskan waktu kami untuk bersama-sama secara utuh
Selesai perjalanan dengan ongkos yang menguras
Kami kembali menyeberang menikmati kebersamaan
Diatas bukit dengan hamparan air dihadapannya
Tidak ada korban jatuh kala itu
Setelah terbiasa dengan semua kebersamaan
Titik balik pun semakin dekat
Dimana tujuan awal kami bersama akan tercapai
Meraih cita untuk merampungkan asa
Fase seperti ini memang harus terjadi
Fase dimana kelak kami akan berjalan masing-masing
Fase dimana waktu untuk membicarakan aib masing-masing harus berkurang, bahkan mungkin hilang
Pada akhirnya
Semua momen dan hingar bingar obrolan kami pun hanya menjadi pengantar tidur
Semua cerita gelak tawa akan menjadi sesuatu yang bisa kapan saja dikenang
Dan hasil kebersamaan yang menghasilkan persahabatan
Akan menjadi kebanggaan
Layaknya caption klasik para bijaksana
“Dan pada akhirnya, sahabat satu persatu akan pergi
Entah untuk cita-cita, cerita cinta, ataupun kemajuan diri
Tapi satu hal yang pasti
Sejauh apapun kalian pergi, kalian tetap harta terbaik
Yang selalu dihati dan tetap dinantikan hingga pulang kembali”
Kamis, 27 November 2014
Semoga Puitis...
Seperti matahari yang memutuskan untuk terbit
Dia tau bahwa butuh 12 jam untuk bisa kembali terbenam
Seperti jarum jam yang selalu berdetak ke kanan
Dan mustahil baginya untuk berdetak ke arah berlawanan
Layaknya aku, dan kamu
Yang pada masanya pernah menjadi Kita
Masa dimana ruang gerak interaksi ke dunia luar masih terbatas
Masa dimana ring back tone masih sering memanjakan telinga
Masa dimana harga BBm tidak menjadi masalah
Maka biarkanlah...
Biarkan semua masa itu berada pada tempatnya
Tanpa harus berharap, apalagi untuk memaksa
Maka biarkanlah...
Matahari dan jarum jam melaksanakan kodratnya
Meski aku, dan mungkin juga kamu tidak mengehendaki kodrat itu
Dan setelah ini
Tanpa berharap apalagi memaksa akan masa itu untuk waktu sekarang
Tapi berharap masa itu untuk waktu dan kehidupan yang lain
Selasa, 30 September 2014
Ceritanya Mahasiswa, yang Bisa Melakukan Apa Saja
25 Januari 2014, tanggal itu menjadi hari besar bagi gua, dan mungkin juga bagi teman-teman satu angkatan gua di kampus, lebih tepatnya dua angkatan. Disini gua mau ngemulainya dari sekitar satu tahun yang lalu, selain buat lebih memperjelas tulisan ini juga buat ngebanyakin halamannya.
Oke. Alkisah, semua tekanan, mimpi buruk, penyita liburan, penghilang ketenangan, semua itu menghasilkan pengalaman berharga dan Alhamdulillah, hasil yang memuaskan. Diawali sekitar bulan Maret 2013, saat gua memutuskan untuk ikut wawancara penerimaan anggota baru Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan di kampus gua. Disitu setiap “caleg” dipersilahkan memilih dua pilihan untuk masuk ke divisi yang diinginkan, dan disitu gua memilih divisi 5 (seni dan olahraga) dan divisi 1 (kerohanian). Kenapa gua memilih kedua divisi tersebut? Jawaban jayus nya adalah karena sesuai dengan hobi gua dibidang futsal (divisi 5) dan karena gua mau meramaikan acara-acara keagaman di kampus (divisi 1).
Satu kalimat terakhir di paragraph tadi merupakan jawaban “jayus”. Masih ada jawaban jujur kenapa gua memilih dua divisi tadi. Jawabannya simple aja, “cari aman”. Kenapakah demikian, karena menurut gua divisi tersebut adalah divisi yang paling aman, selain proker (program kerja) nya yang tidak berat, juga bisa sambil rame-ramean. Karena gua orangnya susah banget buat serius. Sesusah Nobita kalo hidup tanpa doraemon.
Setelah melalui wawancara yang tingkat ketegangannya 15%, ini sama dengan tingkat ketegangan lo kalo lupa ngesave waktu main harvest moon. Tanpa gua duga, ga tau gua mimpi apa tadi malam, yang jelas sih gua ga mimpi basah, gua masuk divisi 2, divisi yang paling dihindari mahasiswa-mahasiswa yang masih mau hidup normal sebagai mahasiswa. Sedikit gua beri penjelasan kenapa divisi 2 menjadi sangat angker, bukan angker yang jadi sponsor jersey Arema, tapi ini angker yang bener-bener ngeri.
Divisi 2, merupakan divisi dengan motto Organisasi dan Kepemimpinan. Dari namanya aja gua ga ngerti itu apaan, namun dari bisik-bisik tetangga yang masuk ke gendang telinga gua, proker-proker di divisi 2 ini sangatlah tidak mahasiswawi. Proker terbesar dari divisi ini adalah Seminar Nasional, lo semua tau kan yang namanya seminar, dipenuhi dengan formalitas tingkat Sea Games, dan tentunya ini memerlukan kepanitian yang minimal sekelas atlet taraf Asean.
Tapi mau apa lagi, mau dikata apa lagi, bubur telah menjadi nasi lagi, gua harus menerima dengan lapang dada, menyambut dengan tangan terbuka sembari berdoa agar tidak mendapatkan proker seminar nasional. Tapi koordinator gua berkehendak lain, alhasil proker seminar nasional itu jatuh tepat ke kedua telapak tangan gua. Yap, gua resmi jadi ketua seminar nasional, yang kali ini berubah menjadi Talkshow. Rusak lah niat gua sebelumnya, mau masuk Hima hanya untuk seru-seruan ngurusin event olahraga, latihan futsal bareng sama ngadain liga futsal, malah gua harus siap-siap memutar otak setara camera 360 buat ngejalanin ini acara dengan baik.
Kala itu, gua ngerasa kena karma. Gua yang dulunya begitu gak doyan rapat (gak doyan bukan berarti benci), kali ini sebagai ketua, mau ga mau gua yang harus ngajakin 70 orang lainnya buat rapat. Kenapa gua gak doyan rapat? Semua itu tentu ada alasannya, dan dari sekian banyak alasan itu gua rangkum dalam 2 poin, yakni:
1. Rapat itu sodaraan sama ribet. Gimana gak ribet, pertama rapat perlu ruangan, apalagi rapat besar, tentunya perlu ruangan besar. Rapat perlu waktu dan masih banyak alasan kedua ketiga dan seterusnya yang mewakili kenapa rapat itu ribet
2. Dalam rapat itu palingan yang ngomong cuma dari tim inti, koordinator tiap seksi, dan suara hati semua penghuni ruangan yang menyerukan untuk segeralah rapat itu berakhir. Jadi kesimpulannya, jarang ada rapat yang tingkat keefektifitasannya lebih dari 50%
Singkat cerita, setelah menghadapi semua rintangan yang berbentuk proposal, audiensi ke perusahaan dan instansi, menghadapi anggota yang kalo disuruh kerja susahnya kaya John Chena ngalahin The Rock, membuang hampir 35% momen tidur siang, mengurangi 61% tingkat mimpi indah, dan tentunya harus ngerasain karma yang gua bilang diatas, FINALLY, HAMDALAH, BARAKALLAH, proker yang awalnya kaya ngebalik gunung tangkuban perahu supaya ga lagi telungkup, berhasil terlaksana dan berjalan dengan lancer. Dengan tema “Waste Less Green Living More, bertempat di Q Mall Banjarbaru, Sabtu 25 Januari, semua jerih payah kami, mahasiswa teknik lingkungan Unlam angkatan 2011 dan 2012 terbayar lunas.
Good job buat kita seluruh panitia yang sudah ngorbanin hidup normalnya sebagai mahasiswa selama kurang lebih 5 bulan. Percaya gak ada yang gak bisa kita lakuin selama kita berstatus mahasiswa, karena itu sebabnya bung Karno perlu pemuda, bukan orang-orang tua.
Sabtu, 14 Juni 2014
Masa Lalu Memang Harus Ada
Masa lalu, merupakan sesuatu yang pasti dimiliki setiap orang, tidak peduli sehebat apa orang itu sekarang, sebahagia apa mereka sekarang, dan sesukses apa dia sekarang. Semua pasti memliki keadaan dimana saat-saat itu hanya bisa diingat, dikenang, dan dirasakan, tanpa bisa mengulanginya.
Entah kenapa, masa lalu sering diidentikkan dengan keterpurukan, kekalahan, penyesalan, dan sakit hati. Hal-hal yang seperti itulah yang bagi sebagian orang membuat mereka membenci masa lalu. Keterpurukan dan segala penyesalan yang berujung menyakitkan hati, hal yang memang tidak sepatutnya diingat, dikenang bahkan untuk dirasakan kembali.
Tapi tidak bisa dipungkiri, bahwa terkadang kita mengenang masa lalu dan bisa merasakannya kembali, bahkan masa yang kita benci sekalipun, dan bukan hal yang tidak mungkin, masa itu bisa menjadi indah. Dan itu yang gua alami saat menulis tulisan ini. Satu masa, yang memang sudah berkali-kali gua coba untuk tidak mengingatnya, tapi terus-menerus hadir diingatan layaknya serial film Spiderman yang selalu diulang-ulang di Tv.
Ada perbedaan dari cara gua merasakan masa lalu ini. Jika di flashback sekitar 5 tahun lalu, yang gua rasakan saat kisah ini hadir tanpa diminta ditayangin dipikiran gua adalah kekecewaan yang berujung rasa sakit. Saat itu juga gua berusaha untuk tidak mengenangnya lagi. Tapi ternyata yang gua lakuin itu salah besar, semakin lo menghindari suatu hal, semakin hal tersebut akan mendekati lo. Seperti itulah kira-kira hubungan gua dengan masa lalu itu.
Namun, rasa sakit dan kekecewaan yang dibawa oleh masa lalu itu semakin kesini semakin hilang, bahkan saat ini menjadi sesuatu yang layak untuk gua ingat. Ada kebahagiaan dimasa itu, yang mungkin tak akan bisa digantikan oleh kebahagiaan-kebahagiaan dimasa sekarang.
Kadang gua berpikir, seandainya semua masa-masa yang pernah gua alami bisa gua rekam dalam bentuk video, sehingga gua tidak perlu lagi mengingat semuanya, hanya tinggal memutar videonya, dan segala detail-detail kejadiannya bisa gua tonton dengan jelas. Karena masa lalu memang harus ada disetiap diri manusia, dan tanpa diminta, mereka akan kembali ditayangkan dipikiran kita. Maka dari itu pesan gua, bahagialah kalian yang memiliki banyak kisah dimasa lalu, karena kisah-kisah itulah yang nantinya akan mengiringi hidup lo. Mengiringi tentunya dari belakang.
Minggu, 13 April 2014
Mencari Kesegaran
Semua orang pasti pernah ngalamin kebosanan dalam menjalani sebuah hubungan. Tapi ngga tau harus ngelakuin apa dan ngomong apa.
Menurut gue, ngerasa bosan itu hal yang manusiawi. Ngerasa bosan ke pasangan juga ngga ngelanggar hak asasi doi sebagai manusia. Karena dengan ngerasa bosan lo bisa nentuin pasangan lo yang sekarang itu tulang rusuk lo yang bener-bener hilang atau cuma tulang rusuk orang lain yang udah jelas-jelas ngga muat di tubuh lo dan lo paksa-paksain biar bisa muat.
Secara ilmu apapun, kalo sudah ngerasa bosan, otomatis kadar kecocokan berkurang, tingkat keromantisan pun cenderung memudar. Simple nya, buat apa lagi hubungan yang kaya gitu dipertahanin?
Tapi, mutusin buat memutuskan hubungan itu ngga se simple chord gitar lagunya kuburan yang Cuma “b a minor c minor ke d ke c” lagi, apalagi hubungan yang sudah lo berdua dayung selama hampir sama dengan reputasi bang toyib ninggalin anak bininya. Momen yang kaya gini memang momen yang menurut gue ga dipinginin semua pasangan.
Keadaan akan makin rumit kalo pasangan lo keliatannya lagi sayang-sayangnya, dan doi terus-terusan ngewanti-ngewanti supaya lo ga bosan sama hubungan lo. Gua yakin, Cuma Hittler yang tega mutusin hubungan yang kondisinya lagi kaya gini dengan alasan sudah dilanda kebosanan.
Dan yang gua lakuin selama ini, gua meng-iya-kan semua wanti-wanti cewe gua tadi, dan berusaha sekuat tenaga kuda liar buat ngeyakanin doi kalo gua ga akan pernah bosan. Ya tentu aja sembari berharap ada sesuatu hal yang bisa ngembaliin mood gua kaya dulu lagi akan hubungan kami ini. Memang metode kaya gini bisa dibilang nyiksa diri sendiri. Tapi sumpah bro, gua lebih milih ngasih makan kucing tetangga daripada harus ngomong yang sebenarnya ke doi.
Bosannya gua ini bukan tanpa alasan, bukan karena gua bosan sama cassingnya doi atau apa lah yang berhubungan dengan jasmani, tapi alasannya mungkin lebih ke rohaninya. Gua ngerasa jenuh sama sikap doi yang menurut gue menjurus ke dalam zona sifat cabe-cabean. Dari sifat mengekangnya, ngekang disini doi lakuin secara gerilya, studi kasusnya gini:
Gua minta ijin buat ngumpul sama temen seperjuangan dulu waktu SMA, atau gua ijin ada kegiatan kampus diluar jam kuliah. Doi sih ngijinin, tapi gerak-geriknya di sms/bbm mengisyaratkan kalo dia ga seneng gua ngumpul-ngumpul atau berkegiatan di kampus, karena dipikiran doi, kalo gua ngelakuin hal diluar rumah tanpa adanya dia dibelakang jok motor gua, hal tersebut adalah hal yang tidak ada manfaatnya dan berpotensi mengeluarkan sifat “nakal” gua.
Satu pertanyaan gue, apa seperti itu yang dilakuin Ainun kepada Habibie saat si Habibie minta ijin ke luar buat meeting dengan pemilik PT.Pesawat Terbang?
Prinsip gue, gue ga mau ngekang/posesif sama dia, karena gua juga ga mau dikekang/diposesifin.
Balik lagi kepersoalan bosan.
“Jika lo ngerasa bosan, cobalah ingat bagaimana manisnya saat kencan pertama kali lo sama dDa”
Seperti itu kata-kata pujangga yang sering diposting oleh warga-warga sosialita diberbagai media social. Dan gue sudah mencoba hal yang kaya gitu, jatuhnya ya sama-sama aja, rasa gue ke dia ga bisa balik sama persis kaya waktu kencan pertama gue dulu.
Saat gue nulis ini mungkin gue belum bisa ngambil keputusan, dengan alasan hati gue ga punya kumis secuil kaya Hittler. Gue masih ga tega ngebayangin gimana si doi kalo gua jujur dan ngambil satu keputusan yang gue pun ga tau gue pengen hal itu atau ngga.
Selasa, 03 September 2013
Talkshow Teknik Lingkungan UNLAM "Waste Less, Green Living More"
Talkshow himpunan mahasiswa Teknik Lingkungan merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh himpunan mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk cerminan abdi terhadap masyarat dan kontribusi terhadap kelestarian lingkungan.
Perkembangan kehidupan di seluruh aspek merupakan perkembangan yang selalu dinamis dan menuntut perubahan yang cepat. Perkembangan ini disesuaikan dengan kebutuhan dasar manusia sehingga segala hal diupayakan agar hal tersebut terpenuhi. Kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas dan berbanding lurus dengan angka pertumbuhan manusia itu sendiri.
Indonesia merupakan negara terbesar ke-15 di dunia dengan luas 1.919.440 km2 dan jumlah penduduk sekitar 230 juta jiwa. Dewasa ini pertumbuhan penduduk khususnya di kota berjalan dengan pesat sekitar 36%, pada tahun 2020 diperkirakan jumlahnya meningkat menjadi 52% atau sebanyak 40 juta jiwa. Pesatnya pertumbuhan penduduk khususnya di kota – kota besar di Indonesia selain membawa keuntungan dengan tumbuh dan berkembangnya kota – kota menjadi pusat kegiatan ekonomi, industri, sosial dan budaya juga membawa dampak terhadap meningkatnya biaya sosial, sehingga pada akhirnya kawasan perkotaan akan sampai pada tingkat skala disekonomi (kemunduran ekonomi). Hal ini merupakan akibat terjadinya kemerosotan kualitas lingkungan hidup perkotaan yang dapat berupa kebisingan, kemacetan lalu lintas, pencemaran air, udara dan tanah, serta tumpukan sampah yang berasal dari kegiatan industri dan rumah tangga.
Sebagai contoh volume sampah di DKI Jakarta sebesar 25.650 meter kubik per hari. Komposisi sampah warga DKI Jakarta paling banyak adalah sampah organik, yaitu sebesar 65%-70% dari total sampah. Sumber timbulan sampah berasal dari sektor rumah tangga, yaitu sebesar 58%, lalu sektor komersil yaitu 15%. Menurut perkiraan dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah sampah pada tahun 2020 di 384 kota di Indonesia mencapai 80.235,87 ton tiap hari. Dari sampah yang dihasilkan tersebut diperkirakan sebesar 4,2% akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sebanyak 37,6% dibakar, dibuang ke sungai sebesar 4,9% dan tidak tertangani sekitar 53,3%. Dari sekitar 53,3% sampah yang tidak ditangani dibuang dengan cara tidak saniter. Fakta yang terlihat sehari-hari menunjukkan bahwa umumnya sampah-sampah organik dikumpulkan kemudian dibakar. Bila ini dipertahankan maka hasil pembakaran tersebut berdampak pada kerusakan lingkungan yang akhirnya berkontribusi pada pemanasan global seperti yang telah dirasakan saat ini.
Masalah sampah terjadi selain kurangnya kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola sampah, juga disebabkan oleh kecenderungan masyarakat kota yang memiliki gaya hidup konsumtif dan kurang menerapkan gaya hidup hijau dalam kesehariannya. Seringkali masyarakat memilih untuk membeli barang dengan kemasan yang bagus tetapi sulit didaur-ulang. Upaya 3 M (Mengurangi, Menggunakan kembali, dan Mendaur-ulang) belum terlalu disadari oleh masyarakat, dan menganggap bahwa tanggung-jawab kebersihan lingkungan berada di tangan Pemerintah Kota. Padahal, jika sampah ditangani secara tepat, sampah dapat berguna dan dapat dijadikan energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari.
Dari permasalahan tersebut, demi mendukung pelestarian lingkungan menuju keselarasan sosial budaya yang berkonsep pada teknologi hijau untuk Indonesia serta efisiensi energi, perlu adanya aplikasi gaya hidup hijau dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, untuk meminimumkan atau mengurangi kesan negatif dari aktivitas manusia serta efisiensi energi, budaya 3 M (Mengurangi, Menggunakan kembali, dan Mendaur-ulang) perlu ditingkatkan dalam masyarakat.
Tujuan dari kegiatan ini adalah :
1.Untuk memberikan pemahaman mengenai gaya hidup hijau dalam kegiatan sehari-hari
2.Menerapkan gaya hidup hijau dalam mengurangi kadar penggunaan energi dalam kegiatan sehari-hari
3.Mempromosikan dan meningkatkan upaya konservasi energi dan efisiensi energi
4.Meningkatkan kesadaran akan perlunya manajemen energi dan inovasi peningkatan efisiensi energi
5.Menumbuhkan kesadaran untuk meminimkan hasil sisa aktivitas manusia dengan budaya 3 M (Mengurangi, Menggunakan kembali, dan Mendaur-ulang)
Pembicara:
-Dosen Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta (Pendiri Bank Sampah)
Bambang Suwerda
-Perwakilan Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI)
-Dosen Teknik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat
Andy Mizwar, S.T, M.Si
-Aktivis Lingkungan dan pencetus Kandank Jurang Doank
Dik Doank
Kegiatan talkshow ini akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 25 Januari 2014
Waktu : 08.00 – 14.00 Wita
Tempat : Hotel Rodhita Banjarbaru
Sabtu, 03 Agustus 2013
Kejenuhan Segar
Sebentar lagi, 16 Agustus 2013, tepat 609 hari hubungan gua dengan dia, ya sebut saja “manyun” (gua juga punya panggilan sayang ke cewe gua, walaupun gua bukan anak alay yang ber ayah bunda-an).
Kenapa manyun? Jawabannya seperti kata Jokowi, “simple”. Karena doi suka menggunakan emot dalam setiap percakapan kami via BBM atau SMS. Tidak peduli dalam kondisi dan keadaan apapun, tanpa terkecuali sesaat setelah kami jalan berdua, emot demikian selalu menghiasi setiap tulisannya. Entah emot tersebut sudah terautotext permanen di handphone nya.
Cewe gua ini sepertinya adalah salah satu dalam kategori limited edition (bahasa lainnya adalah unik, bahasa lainnya lagi adalah aneh). Kenapa gua bisa bilang doi limited edition alias unik a.k.a aneh? Sekali lagi sama kaya apa kata Jokowi, “simple”. Saking simple nya gua ga bisa ngungkapin dalam bentuk tulisan.
Doi punya hobi makan bakso, pentol kuah, dan segala macam merk mie instan. Ketiga menu yang gua sebut tadi yang selalu menghiasi setiap kami makan berdua diluar. Gua sih senang ngeliat manyun kalo lagi makan menu-menu di atas, selalu lahap, kuahnya pun tak pernah tersisa. Keadaannya sangat berlawanan kalo makan menu lain, jarang bengat doi makan selahap memakan menu favoritnya.
Kalian semua mungkin ga pernah ngalamin apa yang gua alamin sama cewe gua ini, apalagi waktu nonton bioskop. Doi emang sudah jadi mahasiswi tahun ini, tapi selera film nya sangat berpunggungan dengan selera gua. Dia masih suka nonton film ber genre adventure/petualangan, lebih spesifiknya adalah film berbau dongeng.
Gua merasa paling berdosa tiap ngajak doi nonton, contohnya waktu nonton The Raid. Doi nanya The Raid itu film apaan. Kalo gua bilang yang sejujurnya, ga bakal jadi kami nonton. Gua bilang aja The Raid itu sejenis Harry Potter. Langsung aja tuh cewe gua antusias mau nonton, Karena doi suka banget sama Harry Potter.
Alhasil, sepanjang durasi 1,5 jam film berlangsung, tangan gua keram akibat dipukul-pukul si doi karena ga terima gua tipu akan kebenaran film The Raid.
Satu yang ga pernah gua ngerti sama sikap cewe gua ini, mungkin sikap ini juga tertanam pada semua cewe yang hidup di era cowo-cowo bercelana terang dan ibu-ibu berlegging macan, yaitu rentan galau. Pengen banget gua nanya sama semua cowo, apa sih ruginya kalo satu malam aja ga telponan sama cewe lo. Bagi cewe, ga telponan satu malam aja itu ibarat Hittler hidup kembali. Padahal kan setau gua telponan lama-lama itu kurang baik buat kesehatan. Tapi ya, demi tuntutan hubungan, hal itu wajib dijalani semua cowo.
Tapi dari semua keanehan dan kelimited edition-an cewe gua ini, doi tetap cewe yang ngebuat gua paling merasa nyaman dengan semua kejenuhan segarnya.
Kamis, 26 Juli 2012
Ramadhan Kali Ini
Sedikit mengutip kata-katanya Raditya Dika, yang kata dia sih bulan puasa adalah waktu yang tepat buat lebih produktif. Kalo dipikir-pikir ada benarnya juga, coba deh lo pikirin, selama puasa apa aja yang bisa lo lakuin selain tidur dan malas-malasan ? Ya walaupun ada sebagian kecil sih mahasiswa yang kalo lagi puasa ga hanya tidur tapi juga sholat sunat, tadarusan, denger ceramah dan hal-hal berbau religi lainnya. Tapi ya mahasiswa kaya gitu limited edition, mungkin hanya yang dulunya dapet lailatul qadar yang bias kaya gitu.
Sebenarnya gua pingin banget ngerubah kata-katanya si Radit itu jadi sebuah realita dalam hidup gua di bulan puasa ini, tapi sampai hari ke 6 puasa hal itu masih jadi mitos disebabkan karena gua kurang konsisten. Contoh, awalnya gua bangun sahur jam 2, karena masih lama nunggu makan gua tahajud terus ngaji (pasti pada ga percaya, tapi ini serius !). Ya mungkin bisa lo tebak, hal kaya gitu hanya bertahan satu subuh, dan sahur berikutnya gua bangun selalu on time, tepat jam 4, bangun-gosok gigi-otw meja makan-lalu makan, habis itu lanjut beribadah lagi alias tidur.
Tapi gua masih mendingan dibanding sohib gua diseberang sana, semalam suntuk dia ga tidur, dan baru tidur jam 10 pagi, bisa dikira-kira bangunnya jam berapa ? Ya tepat sekali, 10 menit sebelum adzan magrib (sungguh berkah puasa anak ini..hina benar hina). Cukup ngomongin sohib gua itu, entar malah dia yang banyak pahala karena gua omongin terus.
Jadwal bangun gua sih masih bisa dibilang lumayan pagi, berkisar antara acara gossip baru mulai tayang sampai pertengahan acara musik dahsyat di rcti. Gua punya rencana besar sebenarnya di bulan puasa ini, mau ngangkat knalpotnya momo motor kesayangan gua supaya keliatan lebih garang aja sih kalo dijalan. Tapi sampai detik ini hal tersebut belum bisa gua realiasaikan, kasian si momo, mudahan kada kepuhunan.
Yang paling bikin gua nyesek dan ga semangat ngejalanin hari demi hari, bb yang begitu gua cintai, RUSAK, ada gangguan sama fleksibelnya, sudah 4 hari dia nginap ditempat orang yang ga dikenal. Iman gua benar-benar diuji bulan puasa kali ini. Dan gua punya nazar mulia kalo bb gua sembuh, gua akan ganti anti goresnya dan akan gua pasangin kondom (bukan yang merknya fiesta atau kamasutra).
Jumat, 20 Juli 2012
Kepada Kamu
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
Jumat, 15 Juni 2012
Jumat, 08 Juni 2012
Start My Long Journey
"CEPAT DEE !!! CENGENGESAN YA, DISINI BUKAN TEMPAT MAIN-MAIN DE, MAIN-MAIN PULANG AJA, KALIAN PULANG SEMUA JUGA GAK NGARUH BUAT KAMI !!!
Huh, penging telinga gua mendengar teriakan abang-abang dan kaka-kaka panitia itu, tapi sudah biasa laah, kembali lagi ke tujuan mereka yang hanya sekedar untuk melatih mental kami, bukan untuk nge-bully atau teriak-teriak gak jelas.
Teriakan-teriakan seperti itu gak akan gua dan elo semua dapetin kalo gak pernah ngalamin yang namanya LDOK dan LDKM. What is that brai ??
LDOK adalah "Latihan Dasar Organisasi dan Kepemimpinan" sedangkan LDKM adalah "Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa". Intinya sih sama aja, yaitu diteriakin.
Di kampus gua yaitu Teknik, kata abangnya sih kebersamaan dan solidaritas di fakultas gua ini sangat erat, emang bener sih kalo ngelihat abang-abang dan kaka-kaka disini yg terlihat sangat akrab sama semua penghuni kampus, gak pandang bulu gitu (gak pandang bulu disini maksudnya gak ngebedain seangkatan atau gak). Gua sebagai adik tingkat mereka pengen bener kayak mereka, bisa akrab sama semua mahasiswa di kampus, dan semuanya berawal disini yaitu LDKM. Walaupun capek lelah letih lunglai lesu dan sebagainya, tapi berkesan beuud brai. Disini gua banyak dapet kawan baru dari berbagai jurusan, dan ternyata anak teknik semuanya sik asik, gak nyesel gua masuk sini.
Special thanks gua buat abang-abang dan kaka-kaka panitia LDOK maupun LDKM tahun ini, buat abang-abang mapala yang gak capek-capeknya neriakin gua, you're rock guys
Dan akhir kata, Gua Bangga Jadi Anak Teknik Unlam Banjarbaru
Rabu, 11 April 2012
Senin, 02 April 2012
Selasa, 27 Maret 2012
Aufar Lebih Senang Olla Ramlan Berbusana Tertutup (y)
Presenter cantik Olla Ramlan rupanya merupakan salah satu orang yang sangat memperhatikan detail penampilannya. Bagi kekasih Aufar ini, menjaga penampilan dan kecantikan merupakan hal yang wajib dilakukan terutama ketika dirinya harus tampil di muka umum.
“Aku memang orangnya care banget untuk urusan penampilan. Aku emang enggak bisa kalau tampil di depan orang dengan biasa-biasa aja, karena penampilan juga menandakan karakter kita sendiri,” ucap Olla saat ditemui di ‘Johnny Andrean Awards ke-7′ di Ritz Calton, Pasific Place, Jakarta, Selasa (27/3/2012) dini hari seperti yang dilansir tabloid bintang.
Untuk penampilannya, Olla selalu membiasakan diri untuk memoles wajahnya dengan make-up yang natural. Olla juga selalu berusaha untuk memilih pakaian yang sesuai dengan bentuk tubuhnya.
“Orang kan enggak mungkin lihat wajah aja, penampilan itu yang dilihat ya dari atas sampai bawah. Kalau wajahnya oke, tapi pakaiannya enggak enak dilihat juga mengurangi penampilan jadi good looking kan,” tambah Olla.
Khusus untuk masalah pakaian, rupanya Olla mendapat saran khusus dari sang kekasih. Aufar ingin agar Olla tidak sembarang dalam memilih busana yang akan dikenakannya. Dirinya lebih senang jika Olla mengenakan busana yang tertutup, tidak seksi dan pamer aurat. Menurut Aufar, dengan cara itu, Olla akan terlihat lebih cantik.
“Saya saranin ya (pakaian) yang enggak terbuka ya, yang tertutup. Cantiknya itu justru lebih keluar,” jelas Aufar saat menemani Olla dalam acara tersebut.
(sumber : sidomi.com)
Rabu, 22 Februari 2012
Menjadi Lelaki
Menjadi lelaki, harus tabah menjalani.
Meski harus menyisakan perih yang tak terlupakan di hati.
Menjadi lelaki, harus setia menemani.
Disetiap hembusan tiap deru getaran di hati.
Mungkin sudah harusnya begini, tangguh tak berarti tak menangis.
Dan semua awal yang tak pasti harus jadi perjalanan panjang.
Menjadi lelaki, harus kuat dan berani menahan tangis dan rasa sesak ditinggalkan.
Menjadi, lelaki harus sabar dan berarti melihat wanita yang tercinta
belanja di toko depan sana
Senin, 20 Februari 2012
Sketsa Kehidupan
Kita hidup dan merasakan diri kita hidup dengan indera kita, merasakan tubuh kita, pikiran kita. Padahal dahulu kita tidak merasakannya, atau mungkin kita lupa? Sejak kapan kita merasakan atau menyadari bahwa kita hidup dan dahulu kita tidak hidup?
Setiap manusia baik laki-laki atau perempuan ketika dilahirkan dalam keadaan normal akan menangis dengan keras, apakah itu menandakan bahwa kehidupan yang akan dilaluinya penuh dengan penderitaan, kesusahan atau ujian sehingga dia harus menangis dengan keras ketika lahir ke dunia.
Apakah seseorang memilih akan dilahirkan oleh siapa, dimana, kapan, dan bagaimana? Suatu hari tiba-tiba saja dia merasakan bahwa dia hidup seperti apa. Seseorang bisa saja lahir di lingkungan keluarga yang baik, sejahtera, atau kaya raya, beradab baik atau berpendidikan tinggi, di negara yang damai makmur atau kaya dan maju, namun bisa juga seseorang lahir dalam situasi yang susah, miskin, konflik dan lain sebagainya.
Akan tetapi ada hal yang sama pada saat setiap orang dilahirkan yaitu bahwa dia dalam keadaan lemah, tidak mampu berbuat banyak dan tidak mengetahui macam-macam, dia membutuhkan bantuan untuk hidup. Pada umumnya kedua orang tuanya lah yang membantunya untuk hidup, memenuhi kebutuhannya, mendidiknya hingga ia bisa mandiri. Betapa besar jasa keduanya yang dilandasi dengan cinta yang besar.
Beberapa tahun tumbuh dalam asuhan keluarga dengan cinta yang tulus, seseorang mulai merasakan kehidupan, belajar dari lingkungannya dan berkembang sesuai arus yang membawanya. Banyak orang merasakan kesenangan dalam masa kecilnya, bermain, bercanda, bersuka-ria, tidak memikirkan terlalu banyak hal yang rumit. Mungkin terkadang ia ingin cepat dewasa karena beberapa hal namun ketika telah dewasa terkadang ia ingin kembali ke masa kecilnya.
Memasuki masa remaja pada umumnya seseorang merasakan dan mengenal lebih banyak hal. Dia mungkin mulai lebih memperhatikan dirinya dan orang lain, merasakan kehidupan sosial, mulai merasa tertarik pada lawan jenisnya, lebih kuat dalam pertemanan, persahabatan, dan kelompok, atau hal-hal lain. Pada masa ini mungkin seseorang dapat mudah terbawa arus sosial dari pergaulan lingkungan kehidupannya misalnya. Dengan semangat tinggi dia dapat melakukan berbagai macam hal namun terkadang dia tak menyadari kurangnya pengetahuan dan pengalamannya sehingga sering terburu-buru dan tidak berpikir panjang. Namun bimbingan dan pendidikan yang baik tentu dapat mengatasi hal ini.
Ketika manusia memasuki masa dimana ia harus bisa hidup mandiri, mungkin kehidupanya menjadi lebih rumit. Dia bisa memikirkan kehidupannya, bagaimana dia mencukupi kebutuhannya, dan kebutuhan untuk hidup berkeluarga. Mungkin mempunyai anak menjadikan dia memikirkan kehidupan anaknya dan masa depannya kemudian berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Kita dapat melihat kehidupan seseorang setelah tua, ada yang hidup bersama keluarganya ada pula yang sendiri. Seseorang yang telah tua mungkin beristirahat dari pekerjaanya dan menggunakan hasil pekerjaanya dahulu untuk memenuhi kehidupannya. Ada juga yang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Atau ada juga yang kebutuhannya ditanggung oleh anak atau keluarganya. Ada juga yang tinggal di panti jompo bersama teman-teman seusianya lalu sesekali keluarganya menjenguknya. Lalu suatu hari, mau tidak mau kematian akan datang menjemputnya.
Itu mungkin gambaran kehidupan sederhana seorang manusia yang sampai usia tuanya, walaupun banyak juga anak-anak atau pemuda yang mati, mereka tidak hidup sampai lanjut usia. Tentu kehidupan bisa lebih rumit, baik masalah-masalah pribadi, keluarga atau sosial bisa hadir dalam setiap masa kehidupan itu.
Di samping itu, setiap manusia mempunyai urusan masing-masing sesuai bidang kehidupan tertentu dan itu pun bisa berubah-ubah dari awal sampai akhir hidupnya. Misalnya urusan sesuai bidang pekerjaan atau bisnisnya masing-masing, urusan bidang agama, keyakinan, atau kelompok-kelompoknya, urusan bidang sosial, kemanusiaan, kenegaraan / kebangsaan / politik, urusan bidang ilmu pengetahuan, lingkungan hidup, urusan bidang seni / budaya / olah-raga, atau sekedar urusan hobi / kesukaan masing-masing, dll.
Apa rasa kehidupan? setiap orang mungkin pernah merasakan suka, duka, senang, sedih, gembira, susah, bahagia, menderita, tawa, tangis, ceria, nestapa, haru, bosan, malas, cinta, semangat, rindu, sepi, takut, khawatir, marah, patah hati, kecewa, malu, putus asa, pesimis, optimis, penuh harap. Ataukah ada yang hidupnya selalu sedih, atau selalu senang? Apakah setiap manusia ingin hidup bahagia? Lalu bagaimanakah hidup yang bahagia itu? Apakah nikmat yang tertinggi di dunia?
Apakah tujuan kehidupan manusia di dunia itu? Apakah harta yang banyak sehingga dapat melakukan berbagai hal yang diinginkan? Atau kekuasaan yang tinggi, kekuatan dan keberanian? Mengabdi kepada bangsa dan negara? Atau hidup damai sejahtera terpenuhi segala kebutuhannya sampai tua? Atau popularitas, terkenal dan disanjung-sanjung oleh manusia karena kebaikannya yang sangat banyak semasa hidupnya? Mempunyai keluarga dan teman-teman yang baik terhadap dirinya? Atau mempunyai pengikut yang banyak, kuat dan setia? Atau hidup normal, baik dan bermanfaat bagi yang lain?
Mendapatkan cinta dari orang yang dicintainya? Atau mendapatkan kebenaran dan ilmu pengetahuan yang kokoh? Melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya agar kehidupan berikutnya menjadi lebih baik? Atau untuk beribadah / mengabdi kepada Tuhan semesta alam? Atau tujuan yang lain? Manakah yang benar dan menghasilkan kebahagiaan bagi yang memilikinya? Setiap tujuan tentu memiliki konsekuensi masing-masing, jalan-jalan untuk mencapainya, dan halangan, rintangan, hambatan, serta cobaan yang siap menghadang.
Setiap orang tentu menginginkan kebaikan, minimal untuk dirinya sendiri dan tentu ingin memiliki sifat baik. Coba, apakah seseorang senang jika disebut sebagai orang baik atau memiliki sifat-sifat yang baik, apakah dia senang jika disebut sebagai orang jahat atau memiliki sifat-sifat yang buruk?
Mungkin berikut adalah beberapa sifat baik yang kita berusaha atau ingin memilikinya: Baik hati, rendah hati, lemah lembut, santun, sopan, tenang, bijaksana, tutur katanya baik, tidak pamer, rajin, tekun, ulet, semangat, percaya diri, pintar, pandai, cerdik, mahir, kuat, tegas, berani, optimis, lapang dada, sabar, waspada, mawas diri, tegar, teguh, tabah, pemaaf, penyayang, suka menolong, dermawan, pengertian, perhatian, peduli, jujur, adil, setia, terpercaya, giat bekerja, pekerja keras, jeli, teliti, taat, patuh, tertib, disiplin, mau belajar dan memperbaiki diri, dan lain sebagainya. Mungkin dengan sifat-sifat itu kita akan mendapatkan kebahagiaan, tujuan hidup yang benar, dan kebaikan kehidupan.
Bagaimanapun kehidupan adalah anugerah yang sedang kita jalani, kita mungkin telah banyak merasakan banyak hal dalam kehidupan dan itu dapat menjadi pelajaran berharga, namun mungkin juga masih banyak hal penting dalam kehidupan yang perlu kita pelajari jika kita menginginkan kehidupan yang lebih baik.
(Inspired : TULISAN KEHIDUPAN ; belajar kehidupan tuk lebih baik)
Jumat, 17 Februari 2012
Sabtu, 11 Februari 2012
From My First Semester
Peralihan antara masa seorang pelajar SMA yang bisa dibilang masih ababil ke masa-masa yang harusnya sudah mulai stabil yaitu sebagai MAHASISWA. Awalnya bimbang dan penuh polemik, bahasa kerennya complicated dan bahasa alaynya galau. Karena di awal masa perkuliahan sedikit tidak sesuai dengan keinginan, sedikit berbelok dari universitas dambaan (sebenarnya jauh juga belokannya). Seperti kata pepatah, “ingin hati memeluk jupe apa daya kocek tak sampai”, semacam itulah pemirsa. Keinginanku yang menggebu-gebu untuk masuk Universitas Brawijaya Malang ternyata tak cukup untuk mengantarkanku kesana, mungkin memang tidak berjodoh dengan kota Malang atau tanah kelahiranku enggan melepas putra terbaiknya untuk merantau ke pulau seberang. Semua problema itu menghantarkanku menjadi seorang Mahasiswa Universitas tercinta di Kalimantan Selatan, Lambung Mangkurat University, jurusan Lingkungan tentunya.
Walaupun masih berada dibawah langit yang sama, cuma agak sedikit menaiki gunung, terpisah dengan orang tua dan menempuh jarak ±30 km aku mulai mengukir tinta perjalananku untuk menjadi seorang Sarjana Teknik. Suhendra Amka Putra dengan NIM : H1E111048. Setelah mengurus semua pembiayaan aku resmi menjadi bagian dari UNLAM. Singkat kata singkat cerita, satu semester telah berhasil aku lewati dengan penuh kerikil kecil dan tanjakan serta tikungan tajam, namun puji syukur ke hadirat Allah SWT karena aku berhasil menjalaninya dan memperoleh hasil yang lumayan, walaupun masih belum maksimal. Namun cukup bangga dan merasa sedikit dibumbui keberuntungan dan keajaiban aku mendapatkan IPK 3,33 yang ternyata turun menjadi 3,19 karena kesalahan penglihatan dalam mengamati nilai. Ironis karena mata kuliah yang membuat IPK ku turun itu adalah mata kuliah yag berada dibawah asuhanku (sombongnya, padahal hanya Koti).
Special greeting for my parents yang telah 100% mendukung kuliahku, maaf masih belum bias dapat IPK 4,00. Dan untuk my beloved girlfriend, thanks for support and still love me although long distance.
Konsep Bahagia
Konsep bahagia tiap orang itu berbeda, ada yang baru merasakan bahagia kalau ada di bawah sorotan, dipuja puja, dielukan, ada yang bahagia saat punya uang banyak, ada yang bahagia setelah barang yang mau dibeli akhirnya kebeli juga.. Kebahagian saya simpel, ketika bisa membuat orang disekitar saya senyum.. Kadang harus ngalah, harus mundur beberapa langkah supaya saat berada dibawah sorotan, bayangan yang tercipta tidak terlalu besar dan nutupin yang dibelakang.. Satu hal yang paling saya ingat adalah kalimat "bahagia itu mensyukuri nikmat dan menikmati syukur". Saya punya teman penggerutu, sedih lihatnya, sepertinya semua yang dia dapat tidak bisa membuat dia puas, dia terus dan terus dan terus menggerutu sampai lupa apa saja yang sudah dia dapat dan dia dapat dari mana, sedih tapi senang, karena disitu saya selalu diingatkan untuk bahagia, untuk lebih berhati besar dan ingat semua ini dapet darimana.. Dan tidak sedetikpun saya ragu untuk menaruh kebahagiaan itu kembali ketempat yang membuat saya bahagia.. Ingat, semua akan kembali ke tanah. Ingat, setinggi apa kamu meloncat, gravitasi akan selalu menang. Kebahagiaan itu bukan saat ada diatas langit, tapi ditanah dimana kamu berasal. Pergilah mencari kebahagiaan dan bawa kebahagiaan itu pulang. Orang yang bersyukur adalah orang yang selalu ingat jalan pulang. Always remember where you came from. And always remember that happiness is like a bag of weed, you have to share it with your friends.
Kebahagiaan tidak ada tanggal kadaluarsanya, tapi, tanggal produksinya harus ditetapkan sendiri, lalu distribusikanlah.
(Inspirated : I AM A SUMMER PIRATE)
Langganan:
Postingan (Atom)





















