Rabu, 29 April 2015
Bukannya Melow, Cuma Bangga Memiliki Kebersamaan
Kami datang dari latar belakang yang berbeda
Tersebar dari ujung Hulu sampai batas Kotabaru
Tak terbatas ras, suku dan keyakinan
Mulai dari Batak, Dayak, Dayak Arab, Arab Banjar, Banjar Negro, Banjar asli, suku perbatasan, Jawa asli, Jawa Kw, sampai keturunan asli Tionghowa dan yang kesindiran Cina
Kami semua dikumpulkan dalam satu kesempatan
Kesempatan untuk tidak hanya berbagi suka
Namun juga saling memberikan tawa saat menyimpan duka
Kesempatan untuk memiliki sebuah perjalanan
Dengan hiruk pikuk ceritanya
Dengan semua seluk beluk permasalahannya
Dimana nantinya akan jadi kebanggaan bagi setiap dari diri kami
Melebihi kedekatan dengan keluarga?
Hal itu tidak berlebihan
Karena bersendawa tanpa gengsi di depan sepupu pun mungkin tidak dilakukan
Kentut dengan senang hati dan diikuti gelak tawa, itu mungkin tidak terjadi saat bergumul dengan sanak keluarga
Dari berkumpul di warung yang memiliki jalan semut didindingnya, bahkan tikus mati dibawah meja
Lalu berpindah ke rumah kontrakan sederhana berkamar 2, tapi berisikan 10 orang lebih di dalamnya
Sampai sebuah meja yang difungsikan sebagai kursi, menjadi tempat legendaris
Dimana waktu sebagai pengangguran sangat dinikmati
Sebuah bukit yang kami sebut gunung
Alam pertama yang kami nikmati bersama
Setelah bukit lalu berbelok ke pantai
Perjalanan dari sore sampai sore yang menjatuhkan 6 orang
Dan syukurnya, saat ada yang jatuh pun masih bisa memberikan tawa
Dari pantai kami melancong ke pulau seberang
Tempat dimana 1 motor 3 orang itu hal yang menyenangkan
Tempat dimana nyasar bisa membuat kami bersenda gurau
Tempat yang paling banyak menghabiskan waktu kami untuk bersama-sama secara utuh
Selesai perjalanan dengan ongkos yang menguras
Kami kembali menyeberang menikmati kebersamaan
Diatas bukit dengan hamparan air dihadapannya
Tidak ada korban jatuh kala itu
Setelah terbiasa dengan semua kebersamaan
Titik balik pun semakin dekat
Dimana tujuan awal kami bersama akan tercapai
Meraih cita untuk merampungkan asa
Fase seperti ini memang harus terjadi
Fase dimana kelak kami akan berjalan masing-masing
Fase dimana waktu untuk membicarakan aib masing-masing harus berkurang, bahkan mungkin hilang
Pada akhirnya
Semua momen dan hingar bingar obrolan kami pun hanya menjadi pengantar tidur
Semua cerita gelak tawa akan menjadi sesuatu yang bisa kapan saja dikenang
Dan hasil kebersamaan yang menghasilkan persahabatan
Akan menjadi kebanggaan
Layaknya caption klasik para bijaksana
“Dan pada akhirnya, sahabat satu persatu akan pergi
Entah untuk cita-cita, cerita cinta, ataupun kemajuan diri
Tapi satu hal yang pasti
Sejauh apapun kalian pergi, kalian tetap harta terbaik
Yang selalu dihati dan tetap dinantikan hingga pulang kembali”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar