Mengingat semua yang pernah terjadi di hidupku. Mengingat mereka yang pernah memaksaku untuk mencinta. Mereka yang mengukirkan nama disini. Dan mereka yang menggoreskan luka disini. Namun ada juga, mereka yang sengaja ku sakiti untuk sekedar melampiaskan kekesalanku atas mereka-mereka yang menyakitiku.
Di awal ku dipermainkan. Tapi setelah itu ku dapatkan pengganti yang sepadan, bahkan lebih baik. Kebahagiaan memang kudapatkan disini. Hal-hal baru dalam percintaan kurasakan juga disini, dengannya. Dan di ujung cerita, rasa benci perttamaku ku dapatkan. Ya, merasa terkhianati, tersakiti, segalanya bercampur dalam satu rasa, BENCI.
Setelah itu aku pun tak mengerti apa yang terjadi. Ku balas dendam pada orang lain yang tak tau menau tentang semua ini. Ada rasa kepuasan tersendiri dalam diriku. Memang kejam, tapi ku menikmati semuanya, saat itu.
Entah mengapa ku mulai bosan dengan keadaan itu. Rasa bersalah tiba-tiba muncul kepada mereka yang kujadikan obyek balas dendam. Tapi rasa benci ku padanya masih lebih besar daripada rasa bersalah pada mereka.
Hati ini sepertinya rindu akan seseorang yang tak kunjung datang. Rindu akan hubungan yang serius. Rindu akan rasa cinta sebenarnya yang sudah lama tak ku rasakan. Terlepas dari semua rasa benci.
Dan dengan bantuan waktu, perlahanku bisa menghilangkan rasa benci itu kepada mereka, khususnya pada dia, wanita pertama yang memunculkan benci itu.
Ku mulai bisa menerima, tapi masih tak dapat mengerti. Kenapa disaat ku sungguh-sungguh dengan wanita itu, tapi dia malah bersama yang lain. Apa ini karma ?? Mungkin.
Rabu, 29 Desember 2010
Sabtu, 25 Desember 2010
Tentang Rasa Benci (from notes fb dochi sadega)
notes ini tentang objek dan pembenci objek tersebut.
kenapa harus ada rasa benci?
apakah boleh mereka benci hanya karena apa yang mereka lihat?
apakah boleh mereka benci hanya karena apa yang mereka dengar?
apakah mereka tidak berusaha membuktikannya terlebih dahulu?
apakah apa yang mereka pikirkan selalu benar?
saya sendiri memeliki pembenci.
entah apa yang telah saya lakukan pada mereka.
tapi tiba-tiba saja mereka benci pada saya.
hanya karena apa yang mereka lihat.
apa yang mereka dengar dari orang lain.
padahal saya tidak pernah melakukan apa-apa pada mereka.
entah siapa yang benar siapa yang salah.
apakah mereka tidak bisa menerimanya?
kenapa harus ada rasa benci?
apakah boleh mereka benci hanya karena apa yang mereka lihat?
apakah boleh mereka benci hanya karena apa yang mereka dengar?
apakah mereka tidak berusaha membuktikannya terlebih dahulu?
apakah apa yang mereka pikirkan selalu benar?
saya sendiri memeliki pembenci.
entah apa yang telah saya lakukan pada mereka.
tapi tiba-tiba saja mereka benci pada saya.
hanya karena apa yang mereka lihat.
apa yang mereka dengar dari orang lain.
padahal saya tidak pernah melakukan apa-apa pada mereka.
entah siapa yang benar siapa yang salah.
apakah mereka tidak bisa menerimanya?
Senin, 20 Desember 2010
Luka dan Harapan Erkhant (true story)
Think again, mencoba mengingat kembali kejadian beberapa minggu lalu. Khususnya tentang seseorang yang tanpa sengaja masuk ke hidupku. Mengisi hari-hariku dengan kebahagiaan. Ya, walaupun tidak terlalu lama, cuma sekitar seminggu. Namun seminggu yang takkan terlupakan olehku. Bukan hanya karena bahagianya, tapi juga karena harapan dan lukanya.
Berawal dari awal yang aneh, dia mengenalku saat melihatku sedang bolak-balik memutari pekomplekan rumahnya. Saat itu aku sedang mencari sesuatu yang sampai saat ini belum kutemukan. Kemudian dia hadir di akun facebook ku. Ya, disitulah ku mulai mengenal balik dia. Dengan gayanya yang cuek dan apa adanya memberikan daya tarik tersendiri bagiku untuk mengenalnya lebih jauh.
Minggu, 21 Nopember, hari dimana pertama kalinya ku bertemu langsung dengannya. Kesan yang baik di awal. Masih tanpa perasaan sama sekali, kami hanya berjalan berdua dengan anggapan teman biasa. Dia genggam erat tanganku, aku pun begitu. Namun masih tanpa perasaan apapun.
Hari berjalan seperti biasa. Besoknya ku antar dia sehabis pulang sekolah, karena kebetulan kami satu SMA, dia adik kelasku. Begitu seterusnya berjalan, tak satu haripun kami tidak bertemu. Disitulah mulai muncul perasaan yang beda dalam hatiku. Entah perasaan apa, tapi ku kira ini baru sekedar suka.
Jum`at malam, disinilah jawabnya. Dia mengundangku kerumahnya. Untuk apa ? Bukan untuk apa-apa, hanya untuk menemaninya dirumah.
Selama dirumahnya, ku merasakan hati ini semakin aneh. Ditambah lagi dengan dia memeluk erat aku. Disana kumulai yakin, aku sayang dia. Tak ada niat macam-macam sedikitpun padanya pada waktu itu. Padahal, aku melakukan apapun tak akan ada orang yang tau, hanya aku dan dia. Mungkin itu karena ku sungguh mulai menyayanginya.
Rasa sayang yang mulai ku alami pada saat itu sepertinya mendapat tanggapan sama dari dirinya. Ku masih ingat betul kata-katanya, ”Kalo kamu sayang aku, kenapa gak macarin aku aja”, dengan cuek dan sedikit tawa ringan dia katakan itu padaku. Hati ini sangat gembira, sepertinya rasaku disambut baik olehnya. Tinggal tunggu waktu yang tepat pikirku untuk ungkapkan semua padanya.
Esok harinya, kuhabiskan seharian penuh bersamanya. Dari jalan, makan, karoke, sampai dia menemaniku main futsal.
Sekitar pukul 7 malam, aku mengantar dia pulang. Diiringi hujan gerimis yang membasahi tubuh kami. Sekaranglah ku pikir waktu yang tepat. Dengan sedikit gugup, ku utarakan semua perasaanku padanya.
Mendengar semuanya, dia hanya tertawa, dan sedikit bercanda. “Boleh juga” katanya. Tapi ku tau itu tidak serius. Namun sudahlah, mungkin dia butuh waktu untuk menjawabnya, pikirku.
Satu hari, dua hari, hingga tiga hari ku tunggu jawaban darinya. Tapi di hari ketiga ku merasa ada yang lain dari dirinya. Perhatian dan kata-kata sayangnya beberapa hari yang lalu tidak lagi terdengar. Bahkan dia cuek. Ada apa dengan dia, kenapa tiba-tiba berubah ? Aku bingung, tak karuan jadinya hati ini.
Dia bilang ada masalah yang mebuat dia seperti ini, namun tak diceritakannya padaku. Semakin bingung ku dibuatnya.
Dan waktupun menjawab semuanya, tanpa sengaja kulihat status hubungan di facebooknya. Ya, dia telah berpacaran. Tak percaya melihat semua ini, kutanyakan langsung padanya. Dan ternyata benar. Dia berpacaran dengan lelaki lain.
”Maafkan aku hen, keadaan yang memaksa seperti ini.” Itu yang diucapknnya melaui SMS.
Namun maaf itu tak cukup sayang. Tak cukup mengobati rasa kecewa ku padamu.
Dari saat itulah ku tidak lagi melihat dirinya. Mungkin baik bagiku seperti ini, karena tidak memperkeruh suasana hatiku.
Yang masih ku tanyakan sampai saat ini, kenapa dia lakukan semua ini padaku ? Apa tujuannya memberi harapan padaku ? Apa arti kebersamaan kami seminggu ini ? Apa arti cemburunya waktu itu ?
Apa semuanya hanya untuk mempermainkan aku. Entahlah, hanya dia yang tau jawabnya.
Berbahagialah kau dengan hidupmu, Erkhant !!
Berawal dari awal yang aneh, dia mengenalku saat melihatku sedang bolak-balik memutari pekomplekan rumahnya. Saat itu aku sedang mencari sesuatu yang sampai saat ini belum kutemukan. Kemudian dia hadir di akun facebook ku. Ya, disitulah ku mulai mengenal balik dia. Dengan gayanya yang cuek dan apa adanya memberikan daya tarik tersendiri bagiku untuk mengenalnya lebih jauh.
Minggu, 21 Nopember, hari dimana pertama kalinya ku bertemu langsung dengannya. Kesan yang baik di awal. Masih tanpa perasaan sama sekali, kami hanya berjalan berdua dengan anggapan teman biasa. Dia genggam erat tanganku, aku pun begitu. Namun masih tanpa perasaan apapun.
Hari berjalan seperti biasa. Besoknya ku antar dia sehabis pulang sekolah, karena kebetulan kami satu SMA, dia adik kelasku. Begitu seterusnya berjalan, tak satu haripun kami tidak bertemu. Disitulah mulai muncul perasaan yang beda dalam hatiku. Entah perasaan apa, tapi ku kira ini baru sekedar suka.
Jum`at malam, disinilah jawabnya. Dia mengundangku kerumahnya. Untuk apa ? Bukan untuk apa-apa, hanya untuk menemaninya dirumah.
Selama dirumahnya, ku merasakan hati ini semakin aneh. Ditambah lagi dengan dia memeluk erat aku. Disana kumulai yakin, aku sayang dia. Tak ada niat macam-macam sedikitpun padanya pada waktu itu. Padahal, aku melakukan apapun tak akan ada orang yang tau, hanya aku dan dia. Mungkin itu karena ku sungguh mulai menyayanginya.
Rasa sayang yang mulai ku alami pada saat itu sepertinya mendapat tanggapan sama dari dirinya. Ku masih ingat betul kata-katanya, ”Kalo kamu sayang aku, kenapa gak macarin aku aja”, dengan cuek dan sedikit tawa ringan dia katakan itu padaku. Hati ini sangat gembira, sepertinya rasaku disambut baik olehnya. Tinggal tunggu waktu yang tepat pikirku untuk ungkapkan semua padanya.
Esok harinya, kuhabiskan seharian penuh bersamanya. Dari jalan, makan, karoke, sampai dia menemaniku main futsal.
Sekitar pukul 7 malam, aku mengantar dia pulang. Diiringi hujan gerimis yang membasahi tubuh kami. Sekaranglah ku pikir waktu yang tepat. Dengan sedikit gugup, ku utarakan semua perasaanku padanya.
Mendengar semuanya, dia hanya tertawa, dan sedikit bercanda. “Boleh juga” katanya. Tapi ku tau itu tidak serius. Namun sudahlah, mungkin dia butuh waktu untuk menjawabnya, pikirku.
Satu hari, dua hari, hingga tiga hari ku tunggu jawaban darinya. Tapi di hari ketiga ku merasa ada yang lain dari dirinya. Perhatian dan kata-kata sayangnya beberapa hari yang lalu tidak lagi terdengar. Bahkan dia cuek. Ada apa dengan dia, kenapa tiba-tiba berubah ? Aku bingung, tak karuan jadinya hati ini.
Dia bilang ada masalah yang mebuat dia seperti ini, namun tak diceritakannya padaku. Semakin bingung ku dibuatnya.
Dan waktupun menjawab semuanya, tanpa sengaja kulihat status hubungan di facebooknya. Ya, dia telah berpacaran. Tak percaya melihat semua ini, kutanyakan langsung padanya. Dan ternyata benar. Dia berpacaran dengan lelaki lain.
”Maafkan aku hen, keadaan yang memaksa seperti ini.” Itu yang diucapknnya melaui SMS.
Namun maaf itu tak cukup sayang. Tak cukup mengobati rasa kecewa ku padamu.
Dari saat itulah ku tidak lagi melihat dirinya. Mungkin baik bagiku seperti ini, karena tidak memperkeruh suasana hatiku.
Yang masih ku tanyakan sampai saat ini, kenapa dia lakukan semua ini padaku ? Apa tujuannya memberi harapan padaku ? Apa arti kebersamaan kami seminggu ini ? Apa arti cemburunya waktu itu ?
Apa semuanya hanya untuk mempermainkan aku. Entahlah, hanya dia yang tau jawabnya.
Berbahagialah kau dengan hidupmu, Erkhant !!
Minggu, 19 Desember 2010
Nike Air Classic SB
Nike SB Zoom Classic SB (317719-001)
Midnight fog edition of Zoom Classic SB refreshes Zoom Classic SB line. The midsole comes in white as well as the laces that comes with the sneaker. The upper is Dark Grey with a Black Swoosh featured on it. The inner lining is Yellow. The tongue features mesh in Dark Grey. Mesh is used on the tongue.
Get this style from bnyconline
Biografi Nelson Mandela - Long Walk to Freedom
Nelson Mandela adalah tokoh besar yang mampu menghapuskan dendam dan melupakan masa lalu yang kelam. Perjalanan hidup dan karakternya juga telah menginspirasi dunia. Dia bukan hanya pahlawan nasional bagi Afrika Selatan, melainkan juga simbol bagi seluruh benua Afrika dan contoh mulia bagi dunia.
Nelson Mandela lahir pada 18 Juli 1918 di Umata,Transkei,Afrika Selatan. Ayahnya, Henry Gadla Mandela adalah ketua penasihat Pimpinan Keluarga Kerajaan Thembu dan anggota majelis rakyat. Sang ayah memiliki empat orang istri. Sementara ibu Nelson adalah Nonqaphi, seorang perempuan berkepribadian kuat dan bermartabat. Mandela menghabiskan masa kecilnya di lembah subur perbukitan Transkei,
Bibit Apertheid di Afrika Selatan sudah ditancapkan semenjak kedatangan para bule pendatang pada tahun 1652. Tepatnya adalah ketika orang Belanda menjadi penduduk kulit putih yang pertama kali menetap di Afrika selatan. Mereka dipimpin oleh Jan van Riebeeck, seorang kaum Kristen Calvinis yang menilai penduduk pribumi sebagai ”putra Ham”, anak kedua Nabi Nuh yang dikutuk Tuhan menjadi budak.
Pandangan kaum kulit putih yang parsial terhadap kulit hitam kemudian melahirkan perbudakan. Permukiman para kulit hitam terpisah jauh dari perumahan penduduk kulit putih. Sumpek, kumuh dan berpagar rapat.
Untuk menguasai tanah Afrika Selatan, penguasa kulit putih pada tahun 1913 memberlakukan Undang-Undang Pertahanan Pribumi (Native Land Act). Undang-Undang ini sungguh berlawanan dengan kenyataan karena melarang orang kulit hitam membeli tanah di luar daerah yang sudah ditentukan. Bahkan, surat jalan untuk bepergian, terutama memasuki wilayah permukiman kulit putih, bagi si hitam pun mutlak. Mereka seperti burung dalam sangkar di Negara mereka sendiri.
Prinsip Apertheid terus berlanjut. Prinsip inilah yang mendasari setiap tarikan dan embusan napas kehidupan di Afrika Selatan. Dengan upah kecil dan ongkos hidup yang mahal, kebanyakan orang kulit hitam tak mampu menyekolahkan anak-anaknya. Sementara itu, pendidikan anak kulit putih justru gratis. Sungguh ironis.
Pada tahun 1960, Nelson Mandela membakar buku pasnya sebagai protes tehadap Apertheid. Buku pas ini harus dibawa oleh semua orang kulit hitam dan ditunjukkan setiap diminta oleh petugas kulit putih.
Dalam situasi itulah Nelson Mandela melakukan perjuangan. Akibatnya, dia kerap keluar masuk penjara karena dituding sebagai biang kerusuhan. Mandela menyatakan sikapnya agar orang-orang kulit hitam bisa berdiri sama tinggi dengan segelintir orang kulit putih yang berkuasa di tanah leluhur orang hitam. Dengan sikap itu pula dia pada tahun 1964 divonis hukuman seumur hidup.
Sejak turun ke dunia politik, Mandela di mata masyarakat dan pemerintahan Afrika Selatan belum dianggap sebagai figur istemewa dan melegenda. Barulah dalam pengadilan pada tahun 1956-1960, dia mulai dilihat oleh para pengamat politik sebagai figur yang istemewa. Di pengadilan ini, tim pengacara mengundurkan diri dan Mandela memutuskan untuk melakukan pembelaan sendiri. Di sinilah dia memperlihatkan kecerdasannya dan berkat itulah 165 orang kulit hitam yang menjadi tersangka dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan.
Pada Maret 1961, diadakan Konferensi Seluruh Afrika di Pietermaritzburg oleh para pemimpin kulit hitam Afrika Selatan. Dalam konferensi ini, Mandela ditunjuk sebagai pimpinan Dewan Aksi Nasional yang bertugas memengaruhi kebijakan pemerintah. Untuk memenuhi kewajibannya Mandela terpaksa melakukan gerakan politik di bawah tanah karena dia telah dilarang oleh pemerintah untuk menghadiri pertemuan-pertemuan politik selama sembilan tahun. Hal ini memaksa Mandela menjalani hidup sebagai buronan politik. Dia meninggalkan rumah, kantor dan keluarganya. Di sinilah dia mulai melegenda di kalangan masyarakat kulit hitam sehingga dikenal sebagai ”Black Pimpernal”.
Pada tahun 1962 Mandela dihukum penjara selama lima tahun karena dituduh terlibat dalam memimpin pemogokan pada 1961 dan meninggalkan negara secara tidak legal. Pada oktober 1962, Mandela menyertai delapan orang lain untuk diadili.
Di balik jeruji besi, Mandela memprovokasi demonstrasi di Soweto pada 1976. Sejak saat itu legenda Mandela semakin meresap di kalangan masyarakat kulit hitam.
Kisah tentang Mandela berlanjut ketika anatara tahun 1982 hingga 1988, dia menghuni Penjara Pollsmoor. Penjara ini pun gagal mengurung cita-citanya, hanya fisiknya saja yang terkurung. Para pemimpin dunia yang kagum dengan perjuangan Mandela sering mengunjungi Pollsmoor.
Pada 1980-an berdiri Front Persatuan Demokrasi (UDF), badan perlawanan tanpa kekerasan yang didukung lebih dari 700 organisasi massa penentang apertheid, termasuk dari kalangan kulit putih. Sejak terbentuknya UDF, perlawanan rakyat bangkit kembali. Pemerintah kulit putih kian tak mampu memadamkan semangat mereka.
Lalu, UDF melakukan protes tertib yang diikuti 300 orang ke parlemen di Cape Town. Mereka menuntut disingkirkannya polisi dari township dan supaya pemerintah lebih mendengarkan suara para pemimpin yang dipilih rakyat, bukan yang ditunjuk pemerintah.
Kekerasan akhirnya terjadi dalam tragedy Uitenhage, sekitar 4.000 kulit hitam dari township menjalankan demonstrasi. Lalu terjadi pula pemogokan dua hari oleh 500.000 buruh dan 300.000 pelajar yang berbuntut pada huru-hara dan akhirnya menewakan 22 orang kulit hitam.
Pada saat tahun 1980-an Mandela sudah menjadi tokoh pejuang hak asasi universal. Hal ini menghawatirkan pemerintah Afrika Selatan sehingga beberapa kali menawarkan kebebasan kepada Mandela. Namun, tawaran itu ditolak Mandela karena diembel-embeli persyaratan yang merugikan perjuangannya. Mandela bergeming, bagi dia lebih baik mati di penjara dibandingkan bebas tetapi tidak bisa melanjutkan perjuangannya. Justru kematiannya di penjara tidak dikehendaki oleh penguasa karena jika hal itu terjadi malah akan makin menyulut kekerasan.
Sebaliknya, Mandela mengajukan syarat pembebasan bagi dirinya. Dia mau bebas dan siap berunding jika pemerintah mau membicarakan masalah pembagian kekuasaan, pencabutan larangan atas ANC dan Undang-Undang Darurat yang berlaku sejak tahun 1986. Syarat Mandela ini ditanggapi serius oleh para pemerintah kulit putih.
Pada 11 Februari 1990, Nelson Mandela dibebaskan. Pada saat inilah terlihat betapa besarnya dukungan masyarakat Afrika Selatan dan dunia terhadapnya. Pada hari itu dia menerima ucapan selamat dari 30 pemimpin negara dan organisai internasional. Sebagian kepala negara juga memberikan pujian dan sekalamat ketika Mandela mengunjungi PBB pada 22 Juni 1990.
Alasan pembebasan Mandela mungkin karena situasi di Afrika Selatan memang mengharuskannya bebas. Presiden de Klerk dan Partai Nasional sadar bahwa tidak ada masa depan untuk negeri itu bila apertheid tidak ditinggalkan.
Pembebasan Mandela menempatkan Afrika Selatan dalam jalur bersejarah menuju pemilihan umum semua ras pada tahun 1994. Presiden de Klerk berselisih sengit dengan Mandela menjelang pemilu tersebut, tetapi kedua tokoh tersebut kemudian berbagi Nobel Perdamaian pada tahun 1993. Mandela memberikan penghormatan kepada de Klerk karena telah mengalihkan negeri mereka dari ambang rasial..
Nelson Mandela telah memberikan teladan moral yang sangat berharga untuk dunia. Meskipun dirampas kebebasannya, dia tetap memperjuangkan kebebasan bagi semua orang. Meskipun disiksa secar tidak manusiawi, dia tetap menjadi pemaaf sekalipun terhadap lawan-lawan politiknya. Itulah yang selalu dikenang pada di seorang Nelson Mandela. Pemaaf dan pejuang kebebasan, kebenaran, serta rekonsiliasi. Inilah pesan moral yang seharusnya kita teladani bersama.
Resensi - Starbucks Coffee, Suatu Senja
Starbucks Coffee, Suatu Senja tak lain adalah sebuah kumpulan cerpen karya A.M. Lilik Agung yang tersebar di berbagai media massa. Cerpen ini bercerita tentang kehidupan metropolitan kalangan atas yang berpusat di sebuah kedai kopi bernama Starbucks Coffee.
A.M. Lilik Agung, public lebih mengenalnya sebagai trainer korporasi dan penulis bisnis yang produktif. Bukti dari produktivitas ini ditandai dengan telah ditulisnya 8 buku bisnis, diantaranya adalah Human Capital Competencies, Spiritual Leadership, Cara Cepat Menjadi Supervisor Unggul dan Ketika Nurani Ikut Berbisnis.
Para pembaca pasti banyak yang bertanya. Mengapa harus Starbucks Coffee ? Sebagai orang yang menggeluti dunia bisnis, A.M. Lilik Agung mendapat fenomena yang luar biasa dari kedai kopi ini. Selain memiliki nilai ekonomi luar biasa dan buka cabang di lima penjuru benua, Starbucks Coffee mampu membentuk gaya hidup global. Gaya hidup manusia urban dengan secangkir kopi, setangkup roti dan sejuta kepentingan dari orang-orang yang berkunjung.
Kumpulan cerpen ini memuat15 cerita, yaitu :
- Starbucks Coffee, Suatu Senja (SC)
- Sang Penari (SP)
- Naomi Pergi (NP)
- Sepenggal Malam (SM)
- Sunyi di Metropolitan (SdM)
- Memeluk Paula (MP)
- Valentine Day (VD)
- Metropolitan Bermain (MB)
- Kuta Nan Senyap (KNS)
- Menunggu Gita (MG)
- Putu Menari (PM)
- Poros Jakarta-Yogya (JY)
- Layang-Layang Ali(LA)
- Yogya Berwarna (YB)
- Dunia Esther (DE)
Cerpen pertama dalam buku ini adalah Starbucks Coffee, Suatu Senja, judul cerpen yang sama dengan judul bukunya. Cerpen ini menggambarkan tentang kehidupan tokoh aku yang sangat sibuk dalam dunia persaingan bursa efek Jakarta. Disini diceritakan pertemuan aku dengan seorang wanita bernama Anna Karenina Wijayanti, seorang wanita kelas atas yang juga bergelut dalam dunia saham. Pertemuan mereka terjadi di Starbucks Coffe yang berujung dengan obrolan tentang saham. Dalam obrolan mereka nampak jelas bahwa pengarang mencoba mengeluarkan kalimat-kalimat yang erat hubungannya dengan dunia bisnis.
Selain dalam cerpen SC, kalimat-kalimat yang erat hubungannya dengan dunia bisnis juga ditemukan dalam cerpen SP. Cerpen ini hampir mirip dengan SC, yaitu terjadi pertemuan antara aku dengan seorang wanita. Tapi bedanya, disini aku tidak sempat mengetahui nama wanita itu dan tidak tahu apa pekerjaannya. Aku hanya mengira bahwa wanita itu merupakan seorang pebisnis sama seperti dirinya. Tapi diakhir cerita semua itu terungkap. Wanita itu ternyata adalah seorang penari malam di salah satu tempat hiburan malam di Jakarta.
Pengarang mencoba memberikan hal yang berbeda dalam cerpan NP. Disini tokoh aku yang digambarkan bukan sebagai seorang pebisnis kelas atas, tapi dalam cerpen NP ini tokoh aku, Agung adalah seorang wartawan. Disini juga digambarkan dengan jelas tokoh mahasiswi cantik yang berkarakter, inspiratif dan tidak takut untuk mengemukakan pendapat yang dianggapnya benar, walaupun itu dapat membahayakan dirinya.
Gadis itu bernama Naomi. Agung bertemu Naomi ketika di depan bundaran HI. Pada saat itu Naomi bersama teman-teman mahasiswanya sedang berunjuk rasa. Disana Agung tertarik pada Naomi karena keberaniannya. Dan kemudian Agung mengajak Naomi untuk diwawancarai di Starbucks Coffee. Namun pada akhir cerita Naomi harus pergi dari negeri ini. Karena mendapat ancaman dari tentara-tentara. Dia pun terpaksa meninggalkan negeri yang dicintai ini untuk pindah ke Perancis.
Pengarang sepertinya berhasil menggambarkan tokoh Naomi dalam cerita ini. Karena tokoh inilah cerpen ini menjadi salah satu daya tarik dalam buku Starbucks Coffee ini.
Dalam cerpen selanjutnya, VD, pengarang tidak lagi mengangkat cerita persaingan bisnis ataupun dunia politik. Tapi kali ini pengarang mencoba memberikan sentuhan drama percintaan antara tokoh aku dan seorang wanita bernama Evi.
Dalam cerpen ini, pengarang memberikan efek dramatis yang sangat kental seperti yang sering terjadi dalam sinetron. Yaitu tentang ditentangnya hubungan aku dan Evi oleh orangtua Evi. Hal ini berdasarkan karena status sosial yang berbeda. Aku yang saat itu hanya seorang karyawan di salah satu perbankan dianggap tidak pantas untuk mendampingi Evi yang anak seorang terpandang di negeri ini.
Unsur drama semakin jelas saat aku dan Evi kembali bertemu setelah lama terpisah karena Evi melanjutkan kuliahnya di Amerika. Mereka bertemu bertepatan dengan hari valentine.
Terakhir, saya tertarik pada cerita JY. Dalam cerpen ini diceritakan tentang cara gila seorang wanita untuk menyelamatkan tokoh aku. Disini aku adalah seorang penentang rezim buruk di negeri ini.
Cerita ini berawal ketika aku berlari karena dikejar oleh aparat akibat dia melakukan demonstrasi, demonstrasi untuk menjatuhkan penguasa. Ditengah pelariannya, dia melihat seorang wanita tanpa busana disalah satu kos. Ya, tanpa busana, wanita itu hanya memakai BH.
Aku yang heran melihat pemandangan ini dibuat tambah heran ketika wanita itu menyuruhnya untuk melepaskan baju. Dan akhirnya mereka berdua bergulingan dikamar tidur wanita tadi. Sesaat kemudian aparat menerobos masuk ke kamar wanita itu. Dengan sedikit bicara, wanita itu berhasil membuat aparat itu pergi.
Setelah lumayan lama bingung dibuatnya, akhirnya aku mengerti bahwa hal yang dilakukan wanita itu hanya untuk menyelamatkan aku dari kejaran aparat.
Dan, ini hanya pendapat (boleh jadi sepihak dan subjektif) dari seorang pembaca. Dan saya berusaha sebisa mungkin menghindar dari pretensi, kalau ada. Karena itu, selanjutnya saya serahkan kepada para pembaca untuk menikmati ke 15 cerpen dalam buku ini. Karena dengan membaca cerpen ini kita dapat merasakan benar suasana realita kehidupan di sekitar kita yang tidak hanya sering kita lihat dan dengar, tetapi bahkan mungkin kita alami.
Sabtu, 18 Desember 2010
Ad Astra Per Aspera - album baru Peewee Gaskins
Pee Wee Gaskins beranjak dewasa. Mereka mengurangi suara berisik dalam albumnya. Mereka pun memberikan sentuhan yang lebih lembut dalam album 'As Astra Per Aspera'
Soal album ini boleh disimak dalam interview mereka bersama detikhot di Pee Wee Gaskins Bandel di Album 'Ad Astra Per Aspera'. Mari kita dengarkan lebih dalam album kedua mereka ini yuks.
Terjadi perubahan posisi player dalam tubuh Pee Wee Gaskins. Mungkin itu juga yang membuat segalanya terdengar lebih pas sekarang. Suara synthesizer yang berlebihan di album sebelumnya kini lebih diminimalisir. Musik pop punk yang mereka dendangkan sekarang lebih nyaman di kuping.
'Dari Mata Sang Garuda' jadi single perdana mereka. Lagu yang manis tentang kecintaan mereka terhadap bangsa Indonesia. Mengingat massa Pee Wee Gaskins kebanyakan dari kalangan remaja, itu tema yang tepat untuk mengembalikan kecintaan terhadap bangsa sendiri.
Beberapa lagu lain pun pantas mendapat sorotan. Di lagu 'Aku Bukan Musuhmu', mereka berkolaborasi dengan Heru vokalis band ska Shaggy Dog. Heru jugalah yang menciptakan lagu tersebut. Nuansa pop punk dan ska berpadu harmonis tanpa terkesan memaksa.
Berapa umur Anda kini? Selama hidup sudahkah Anda mengejar yang terbaik? Pee Wee Gaskins menyuguhkan lagu ulang tahun dengan lirik sangat real dan iringan musik disko di lagu 'Selama Engkau Hidup'.
Selamat ulang tahun jangan jadi tua dan menyebalkan
Selamat ulang tahun kawan dan kejarlah yang terbaik selama engkau hidup
Secara keseluruhan Anda yang mungkin merasa tidak lagi remaja tidak perlu malu untuk menyetel album ini. Pee Wee Gaskins menawarkan pendewasaan yang cukup manis. Tidak perlu lagi deh berteriak "anti Pee Wee Gaskins"
Tracklist album Ad Astra Per Aspera Pee Wee Gaskins:
1. Dari Mata Sang Garuda
2. Dan Waktu pun Menjawab
3. Satir Sarkas
4. Sebuah Rahasia
5. Jakarta is a Mistake
6. To the Stars with All We've Got
7. Summer Thrill
8. Aku Bukan Musuhmu
9. Selama Engkau Hidup
10. Melihat Kedepan
11. Detik Tak Bergerak
Demikianlah sekilas Album Baru Rilisan Ad Astra Per Aspera yang memiliki 11 Tracklist, dan tentu lagu-lagu mereka berbeda dengan lagu Punk Rock Jalanan.
Soal album ini boleh disimak dalam interview mereka bersama detikhot di Pee Wee Gaskins Bandel di Album 'Ad Astra Per Aspera'. Mari kita dengarkan lebih dalam album kedua mereka ini yuks.
Terjadi perubahan posisi player dalam tubuh Pee Wee Gaskins. Mungkin itu juga yang membuat segalanya terdengar lebih pas sekarang. Suara synthesizer yang berlebihan di album sebelumnya kini lebih diminimalisir. Musik pop punk yang mereka dendangkan sekarang lebih nyaman di kuping.
'Dari Mata Sang Garuda' jadi single perdana mereka. Lagu yang manis tentang kecintaan mereka terhadap bangsa Indonesia. Mengingat massa Pee Wee Gaskins kebanyakan dari kalangan remaja, itu tema yang tepat untuk mengembalikan kecintaan terhadap bangsa sendiri.
Beberapa lagu lain pun pantas mendapat sorotan. Di lagu 'Aku Bukan Musuhmu', mereka berkolaborasi dengan Heru vokalis band ska Shaggy Dog. Heru jugalah yang menciptakan lagu tersebut. Nuansa pop punk dan ska berpadu harmonis tanpa terkesan memaksa.
Berapa umur Anda kini? Selama hidup sudahkah Anda mengejar yang terbaik? Pee Wee Gaskins menyuguhkan lagu ulang tahun dengan lirik sangat real dan iringan musik disko di lagu 'Selama Engkau Hidup'.
Selamat ulang tahun jangan jadi tua dan menyebalkan
Selamat ulang tahun kawan dan kejarlah yang terbaik selama engkau hidup
Secara keseluruhan Anda yang mungkin merasa tidak lagi remaja tidak perlu malu untuk menyetel album ini. Pee Wee Gaskins menawarkan pendewasaan yang cukup manis. Tidak perlu lagi deh berteriak "anti Pee Wee Gaskins"
Tracklist album Ad Astra Per Aspera Pee Wee Gaskins:
1. Dari Mata Sang Garuda
2. Dan Waktu pun Menjawab
3. Satir Sarkas
4. Sebuah Rahasia
5. Jakarta is a Mistake
6. To the Stars with All We've Got
7. Summer Thrill
8. Aku Bukan Musuhmu
9. Selama Engkau Hidup
10. Melihat Kedepan
11. Detik Tak Bergerak
Demikianlah sekilas Album Baru Rilisan Ad Astra Per Aspera yang memiliki 11 Tracklist, dan tentu lagu-lagu mereka berbeda dengan lagu Punk Rock Jalanan.
diary masa lalu
setahun tak melihatmu, itu membantuku melupakanmu..
kini kau hadir disekolahku yg juga menjadi sekolahmu, mau tak mau ku harus melihatmu lagi..
dirimu memang masih seperti dulu, saat masih jadi milikku.. tapi apakah perasaan yg dulu masih sama ?
ku tau kini kau telah jadi milik orang lain, dan kau tau aku kini bersama yg lain..
tapi ku masih belum bisa hapus sepenuhnya rasa ini untukmu..
kini kau hadir disekolahku yg juga menjadi sekolahmu, mau tak mau ku harus melihatmu lagi..
dirimu memang masih seperti dulu, saat masih jadi milikku.. tapi apakah perasaan yg dulu masih sama ?
ku tau kini kau telah jadi milik orang lain, dan kau tau aku kini bersama yg lain..
tapi ku masih belum bisa hapus sepenuhnya rasa ini untukmu..
memori 17 Juni
Hampir setahun kau pergi dari hidupku.Tapi kenapa sampai saat ini ku masih tak bisa melupakanmu.Kenapa ku tak bisa lagi meraskan cinta dari orang lain.Sementara kini kau sudah tidak sendiri lagi.Kau menjalin hubungan dengan seseorang yg kukenal dgn baik.
Kamu tak pernah tau aku bersedih disini.Dan aku tak mau lagi mengusik kebahagiaanmu.Tapi bagaimana dgn aku,yg masih tak bisa lepas dari bayanganmu.
Sesungguhnya ku ingin mengungkapkan semua ini padamu,tapi sepertinya tak mungkin,krn kamu kini tak menganggapku lagi.Kamu hanya sibuk dgn kehidupanmu,seperti ku tak pernah hadir dihidupmu.
Mungkin benar,ku tak ada apa2 dibanding dia.Dia yg punya segalanya.Terasa sangat pantas bersanding dgnmu.Tapi knp kau bersamanya,bkn bersama org lain yg tdk kukenal.
Kuharap suatu saat nanti kamu akan tau keadaan dan perasaanku yg sesungguhnya.Meski ku tak pernah tau,kapan saat itu tiba.
Jumat, 17 Desember 2010
detik tak bergerak
tersadarkan aku saat dia menghilang
menyapa yang hidup mengingat semua
ku akan terasa sepi tak bernyawa
saat semuanya menyisakan tawa
detik tak bergerak dan ku pun tersadar
teringat harinya penuh dengan cinta
saat ku habiskan hariku dengannya
saat ku teteskan air mata ini
dan ku pun bergegas cepat
matanya seakan berkata
hidup tak selamanya indah
bersiap menjawab semua
kini ku sendiri melewati hari
dan akan ku cari arti hidup ini
menghilang merangkak tenggelam beranjak
baiklah di sana di tempat yang indah
karena ku yakin dia akan bahagia
tersenyum tertawa terlihat sempurna
dan ku pun bergegas cepat
matanya seakan berkata
hidup kan terlihat indah
bila kau mampu merubahnya
saat ku pejamkan mata ini terlihat bayang dirinya (tertawa ringan padaku)
saat ku pejamkan mata ini terlihat bayang dirinya (tersenyum kepadaku)
saat ku pejamkan mata ini terlihat bayang dirinya (menyentuh membelaiku)
dan ku tersadar ku buka mata ini
inilah mimpi yang sempurna, inilah mimpi yang sempurna
menyapa yang hidup mengingat semua
ku akan terasa sepi tak bernyawa
saat semuanya menyisakan tawa
detik tak bergerak dan ku pun tersadar
teringat harinya penuh dengan cinta
saat ku habiskan hariku dengannya
saat ku teteskan air mata ini
dan ku pun bergegas cepat
matanya seakan berkata
hidup tak selamanya indah
bersiap menjawab semua
kini ku sendiri melewati hari
dan akan ku cari arti hidup ini
menghilang merangkak tenggelam beranjak
baiklah di sana di tempat yang indah
karena ku yakin dia akan bahagia
tersenyum tertawa terlihat sempurna
dan ku pun bergegas cepat
matanya seakan berkata
hidup kan terlihat indah
bila kau mampu merubahnya
saat ku pejamkan mata ini terlihat bayang dirinya (tertawa ringan padaku)
saat ku pejamkan mata ini terlihat bayang dirinya (tersenyum kepadaku)
saat ku pejamkan mata ini terlihat bayang dirinya (menyentuh membelaiku)
dan ku tersadar ku buka mata ini
inilah mimpi yang sempurna, inilah mimpi yang sempurna
dan waktupun menjawab
ada yang salah saat ku melihatmu
menatap dia, dia
hati ini tak tenang namun kau semakin tenggelam
dalam bayang-bayang dirinya
apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
terus mencoba untuk mengalihkan rasa curigaku
tenang, aku tenang
namun tak bisa ku tutupi semua rasa yang mengganggu
dan kau pun perlahan, perlahan hilang
apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
semakin kau menutupi semakin ku mengerti apa isi hatimu
sudahlah tak perlu kau berkelit
karna kau pun tak berdaya untuk terus mengelak, mengelak
dan waktupun menjawab semua tanya
bidukku menuntunku untuk harus menerima
biarkanlah karena ku percaya karma
berbahagialah hingga saatnya tiba, tiba, tiba, tiba, tiba datang
dan kini kau pun telah berpisah (darinya terimalah karma)
kini kau siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
dan kini kau pun telah berpisah (darinya terimalah karma)
kini kau siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
pecundang tetaplah pecundang (pecundang tetaplah pecundang)
menatap dia, dia
hati ini tak tenang namun kau semakin tenggelam
dalam bayang-bayang dirinya
apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
terus mencoba untuk mengalihkan rasa curigaku
tenang, aku tenang
namun tak bisa ku tutupi semua rasa yang mengganggu
dan kau pun perlahan, perlahan hilang
apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
dimanakah hatimu berada (hatiku atau di hatinya)
apakah semua ini pertanda (milikku bukanlah milikku)
semakin kau menutupi semakin ku mengerti apa isi hatimu
sudahlah tak perlu kau berkelit
karna kau pun tak berdaya untuk terus mengelak, mengelak
dan waktupun menjawab semua tanya
bidukku menuntunku untuk harus menerima
biarkanlah karena ku percaya karma
berbahagialah hingga saatnya tiba, tiba, tiba, tiba, tiba datang
dan kini kau pun telah berpisah (darinya terimalah karma)
kini kau siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
dan kini kau pun telah berpisah (darinya terimalah karma)
kini kau siapa dia (pecundang tetaplah pecundang)
pecundang tetaplah pecundang (pecundang tetaplah pecundang)
Langganan:
Komentar (Atom)



