Senin, 14 November 2011
Curhatan Ayam
Ayam : Gwe benci banget sama manusia.
Sapi : Lah, mang lo napa..yam??
Ayam : masa gww baru makan beras dikit aja, langsung diusir, sampe di lempar-lempar batu segala. Padahal mereka ampir tiap ari makan telur dan daging gwe. Sebel!!! benci bngt gwe sama yang namanya manusia.
Sapi : Emang lo doang yang benci???? Gwe lebih benci mereka dari siapapun!
Ayam : Emang lo kenapa.. pi?
Sapi : Coba elo bayangin, ampir tiap ari susu gue di elus-elus, dipencet-pencet, diremas-remas, tapi manusia durjana itu ga pernah nikahin gwe, boro-boro ngelamar... Sakiiiittt banget batin gwe , emangnya gw jab1ay.!!!!!
Original Source : Cerita Lucu Banget - Cerita Humor Terbaru 2011 http://www.poztmo.com/2011/08/cerita-lucu-banget-terbaru.html#ixzz1dglgVch3
Under Creative Commons License: Attribution
NASA Akui UFO itu Ada !
Clark C. McClelland, seorang anggota senior MUFON 1958-1992, baru-baru ini telah menunjukkan laporan rincian kejadian luar biasa pada pers Kanada yang berisikan rahasia dan peristiwa yang terjadi selama misi penerbangan pesawat ulang-alik Columbia.
Menurut laporan internal yang dibenarkan oleh Dr Story Musgrave (salah satu kru kapal luar angkasa Columbia khusus Kargo STS-80), sebuah benda berbentuk lingkaran cakram yang memiliki besar melebihi besarnya pesawar Antariksa Columbia tersebut tiba-tiba muncul di dekat pesawat. Saat itu pasawat Columbia tengah mengorbit dan berada pada ketinggian 306 Km dari permukaan bumi.
Dr. Story Mugsgrave mengatakan : "Saya tidak tahu apa itu .. Aku tidak tahu ... Benda itu muncul begitu saja."
Setelah kembali ke Bumi, Musgrave di intrograsi oleh para ilmuwan NASA tentang kejadian tersebut. Menurut laporan tersebut, ilmuwan memeriksa rekaman video dari pertemuan Pesawat Ulang Alik Columbia dengan pesawat UFO itu.
Menurut catatan laporan tersebut, Obyek berbentuk cakram itu tiba-tiba saja muncul, dan seperti membuntuti atau mengamati pesawat Columbia. Musgrave pensiun dari NASA setelah misi tersebut. Dia sangat yakin bahwa kecerdasan luar bumi tidak hanya ada, tapi telah hadir dan mendekati bumi.
Keyakinan tentang keberadaan UFO dan Alien semakin diperkuat setelah baru-baru ini, Ken Johnston dipecat dari NASA setelah ia mengungkapkan tentang keberadaan Kota Alien di permukaan Bulan. Ken Johnston dianggap melakukan kesalahan dengan membocorkan rahasia negara.
Di Washington, DC, mantan Perwira Intelijen Angkatan Laut Amerika, Milton Cooper telah mengungkapkan tentang adanya pangkalan rahasia aneh di bulan yang sebenarnya telah diketahui oleh NASA selama bertahun-tahun.
Dr. Story Mugsgrave bahkan menyatakan, "Yakinlah, bahwa ALIEN itu ada, dan dia ada disekitar kita. Percayalah !"
Original Source : NASA Akui UFO itu Ada ! http://www.poztmo.com/2011/10/nasa-akui-ufo-itu-ada.html#ixzz1dgkbn2Bn
Under Creative Commons License: Attribution
Tren Pemecatan Pelatih di Liga Inggris Menurun
TEMPO Interaktif, London – Klub-klub Premier League di ambang rekor baru dalam sejarah kompetisi elite Inggris karena hingga saat ini belum satu pun dari mereka yang memecat pelatih musim ini.
Situasi ini kontras dengan tren yang berlaku dalam 10 musim sebelumnya di mana ada 25 pelatih yang menjadi korban pemecatan sebelum pertengahan November termasuk nama-nama besar seperti Jose Mourinho, Sir Bobby Robson dan Glenn Hoddle.
Jika tak satu pun dari ke-20 klub Liga Primer Inggris belum juga melakukan pemecatan pelatih sebelum Desember, ini bakal menjadi kejadian pertama sepanjang abad ini.
Ketua Asosiasu Manajer Liga (LMA), Richard Bevan, menyambut gembira perubahan ini. ''Saya yakin hari jadi ke-25 tahun kepemimpinan pelatih Sir Alex Ferguson di Manchester United pekan lalu telah menyadarkan semua klub tentang apa yang bisa diraih dengan kontinuitas dan stabilitas,” kata Bevan.
''Liga Primer Inggris memiliki para pelatih dengan pengalaman yang signifikan yang mungkin juga ikut berperan dalam stabilitas yang terjadi saat ini.
''Sejak 2001 selalu terjadi puncak (pemecatan pelatih) pada Oktober dan November. Tapi, jumlahnya tampak menurun dalam beberapa tahun terakhir, dan juga terlihat baru terjadi kemudian.''
Meski begitu, ada sejumlah pelatih yang saat ini tengah mengalami tekanan dengan Steve Kean (Blackburn Rovers) menjadi favorit untuk menjadi yang pertama dipecat meski ia mendapat dukungan dari pemilik klub, Venky. Steve Bruce (Sunderland), Owen Coyle (Bolton Wanderers), Roberto Martinez (Wigan Athletic) dan Mick McCarthy (Wolverhampton Wanderers) juga tengah terancam pemecatan.
Jumat, 28 Oktober 2011
Kejadian Menyeramkan Akan Terjadi Tanggal 11 Nopember 2011
Sebentar lagi dunia akan kembali mendapatkan Tanggal keramat lagi. Ya, benar sekali, Tanggal 11 November 2011 atau jika disingkat menjadi 11-11-11. Tanggal yang banyak disakralkan oleh orang-orang untuk melangsungkan berbagai Acara seperti Acara pernikahan dan sebagainya di Tanggal tersebut agar memorable. Mungkin Anda atau teman Anda juga salah satunya yang mengadakan resepsi di Tanggal tersebut?
Rupanya Sutradara film-film sadis SAW yaitu Darren Bousman justru melihat fenomena ini dari sudut pandang mistis dan mengangkatnya kedalam sebuah film berjudul 11-11-11. Pernahkah Anda tanpa sadar saat melihat jam digital, lalu jam tersebut menunjukan angka 11:11? Biasanya jika Anda sudah sekali tersadar akan hal itu, maka seringkali penampakkan 11:11 itu akan terus berulang dalam hidup Anda.
Menurut beberapa kepercayaan, setiap jam menunjukan pukul 11:11 sebuah ‘gerbang’ dari alam lain terbuka, dan ‘sesuatu’ dari alam tersebut akan memasuki dunia kita. Menurut ramalan ‘gerbang’ dari alam lain ini akan terbuka selamanya pada tanggal 11-11-11 (11 November 2011).
Film 11-11-11 menceritakan tentang seorang Penulis terkenal bernama Joseph Cron (Timothy Gibbs) yang setelah kematian tragis istri dan anaknya, ia kemudian memutuskan untuk menenangkan diri dengan mengunjungi tempat tinggal Ayah dan Adiknya di Barcelona. Disana Joseph kemudian menyadari ia mulai banyak melihat ‘penampakan’ angka 11 dimana-mana. Diliputi rasa penasaran, ia mulai terobsesi untuk menyelidiki lebih jauh tentang arti dari fenomena ini. Joseph menemukan fakta jika angka-angka ini ternyata memiliki arti yang sangat mengerikan dan terjadi di seluruh belahan dunia manapun.
Sidomi akan tampilkan trailer terbarunya dibawah ini. Film ini akan tayang Tanggal 11 November 2011. Waspadalah…
Sabtu, 08 Oktober 2011
Dua
Tuhan..
Aku tak kuasa menahan tangis, menahan perasaan ini..
Kenapa Kau anugerahkan aku cinta yg tulus disaat aku sudah memiliki itu..
Cinta yg selama ini aku yakini satu-satu nya..
Tapi sekejap hatiku terbagi karena hadirnya satu cinta lagi..
Sungguh baru kali ini ya Tuhan aku merasakan suatu yg tak biasa..
Dua cinta sekaligus yg Kau sisipkan dihatiku..
Tanpa ku tau mana yg harus aku pilih..
Sungguh bukan ini yg ku mau..
Aku tak bisa menyakiti salah satu dari mereka..
Aku tau aku berdosa telah menghianati..
Aku juga tau aku bersalah jika menyiakan sebuah ketulusan..
Apakah semua ini memang takdirMu ya Tuhan..
Atau ini salahku, membiarkan cinta masuk diwaktu yg kurang tepat..
Aku tak sanggup memiliki mereka berdua..
Aku juga tak sanggup melepaskan mereka berdua..
Senin, 12 September 2011
Teknik Lingkungan
Bidang teknik lingkungan menerapkan pemikiran dan teknik serta manajemen untuk memelihara dan melindungi kesehatan dan keselamatan manusia, serta lingkungan secara keseluruhan. Ruang lingkup bidang ini adalah konservasi sumber daya air, pengelolaan lingkungan, pengelolaan kesehatan lingkungan, upaya pengendalian pencemaran, penyaluranlimbah dan buangan, pengendalian pencemaran akibat limbah cair, gas dan lumpur (sludge) dan pengelolaan kualitas perairan, tanah, dan atmosfer, serta pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan.
Teknik Lingkungan adalah sebuah program studi yang berusaha untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dengan pendekatan teknologi. Teknik Lingkungan dijabarkan sebagai pemikiran keteknikan dan keterampilan dalam memecahkan masalah pengendalian lingkungan yang menyangkut penyediaan air minum; sistem pembuangan dan pendaurulangan buangan cair, padat, dan gas; sistem drainase perkotaan dan desa serta sanitasi lingkungan; pengendalian pencemar dan pengelolaan kualitas air, tanah, dan udara; serta pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan.
Lingkup Teknik Lingkungan
Singkat kata, tugas utama dari insinyur lingkungan adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan melindungi (dari degradasi lebih lanjut), mempertahankan (kondisi sekarang), dan meningkatkan lingkungan. Lingkungan rekayasa adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan rekayasa untuk lingkungan. Beberapa menganggap teknik lingkungan untuk memasukkan pengembangan proses berkelanjutan. Ada beberapa divisi dari bidang teknik lingkungan.
Penilaian dampak lingkungan dan mitigasi
Dalam divisi ini, insinyur dan ilmuwan menggunakan identifikasi sistemik dan proses evaluasi untuk menilai dampak potensial dari proyek yang diusulkan, rencana, program, kebijakan, atau tindakan legislatif pada komponen fisik-kimia, biologi, budaya, dan sosial ekonomi pada kondisi lingkungan.[1] Mereka menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa untuk mengevaluasi apakah ada kemungkinan akan ada dampak negatif terhadap kualitas air, kualitas udara, kualitas habitat, flora dan fauna, kapasitas pertanian, dampak lalu lintas, dampak sosial, dampak ekologis, dampak kebisingan, dampak visual (lanskap), dll. Jika dampak berlebihan, mereka kemudian mengembangkan langkah-langkah mitigasi untuk membatasi atau mencegah dampak-dampak tersebut. Sebuah contoh dari ukuran mitigasi akan penciptaan lahan basah di lokasi yang dekat untuk mengurangi mengisi di lahan basah yang diperlukan untuk pembangunan jalan jika tidak mungkin untuk mengubah rute jalan.
Praktek penilaian lingkungan hidup diawali pada tanggal 1 Januari, 1970 tanggal efektif Undang-Undang Kebijakan Lingkungan Nasional (NEPA) di Amerika Serikat. Sejak saat itu, lebih dari 100 berkembang negara maju dan berkembang telah merencanakan undang-undang analog khusus atau telah mengadopsi prosedur yang digunakan di tempat lain. NEPA ini berlaku untuk semua lembaga federal di Amerika Serikat
Pengangkutan air limbah dan Pemrosesannya
Sebagian besar daerah pedesaan dan perkotaan tidak lagi membuang limbah manusia secara langsung ke tanah melalui kakus, septik, dan / atau sistem honey bucket, melainkan penyimpanan limbah tersebut ke dalam air dan menyampaikannya dari rumah tangga melalui sistem saluran pembuangan. Insinyur dan ilmuwan mengembangkan sistem pengumpulan dan diproses untuk membawa ini bahan limbah jauh dari tempat orang tinggal dan menghasilkan limbah dan pembuangan ke lingkungan. Di negara maju, sumber daya yang substansial diterapkan untuk pengobatan dan detoksifikasi limbah ini sebelum dibuang ke sungai, danau, atau sistem laut. Negara-negara berkembang berjuang untuk mendapatkan sumber daya untuk mengembangkan sistem tersebut sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas air di perairan permukaan mereka dan mengurangi resiko terbawa air penyakit menular.
Ada banyak teknologi untuk merawat air limbah. Sebuah kereta pengolahan air limbah dapat terdiri dari sistem clarifier primer untuk menghilangkan bahan padat dan mengambang, sistem perawatan sekunder yang terdiri dari baskom aerasi diikuti oleh flokulasi dan sedimentasi atau sistem lumpur aktif dan clarifier sekunder, sistem nitrogen tersier penghapusan biologis, dan proses desinfeksi akhir. Basin aerasi/ sistem lumpur aktif menghilangkan bahan organik oleh bakteri yang tumbuh (lumpur aktif). Para clarifier sekunder menghilangkan lumpur aktif dari air. Sistem tersier, meskipun tidak selalu dimasukkan karena biaya, menjadi lebih umum untuk menghilangkan nitrogen dan fosfor dan untuk mensterilkan air sebelum dibuang ke aliran air permukaan atau pembuangan laut[2
Manajemen kualitas udara
Insinyur menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa untuk desain proses manufaktur dan pembakaran untuk mengurangi emisi polutan udara ke tingkat yang dapat diterima. Scrubber, electrostatic precipitators, catalytic converter, dan proses lainnya berbagai dimanfaatkan untuk menghapus partikulat, oksida nitrogen, oksida belerang, senyawa organik volatil (VOC), gas organik reaktif (ROG) dan polutan udara lainnya dari gas buang dan sumber-sumber lain sebelum memungkinkan emisi mereka ke atmosfer.
Para ilmuwan telah mengembangkan model dispersi polusi udara untuk mengevaluasi konsentrasi polutan di reseptor atau dampak pada kualitas udara secara keseluruhan dari knalpot kendaraan dan emisi gas industri tumpukan buang. Untuk batas tertentu, tumpang tindih bidang ini keinginan untuk mengurangi karbon dioksida dan emisi gas rumah kaca lainnya dari proses pembakaran.
Teknik lingkungan di Indonesia
Jurusan Teknik Lingkungan di Indonesia pertama kali muncul pada tahun 1983. Adalah Ir. KRT Tjokrokusumo (Alm.) yang berinisiatif untuk mendirikan perguruan Teknik Lingkungan pertama kali di Indonesia pada tanggal 5 Juni 1983 melalui Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta.
Saat ini ada beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia yang mempunyai program studi di bidang ini, antara lain: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Diponegoro, Universitas Mulawarman , UNMUL Samarinda dan Universitas Andalas.[3]
Sedangkan perguruan tinggi swasta di Indonesia yang mempunyai program studi di bidang ini, adalah:
1. Universitas Islam Indonesia atau lebih dikenal dengan singkatan UII, sebuah kampus dengan jurusan teknik lingkungan dengan masa tunggu (mendapatkan peluang kerja)paling singkat, berdasarkan survei 9 Tahun terakhir yaitu berkisar 4 bulan dengan kerjasama dengan berbagai universitas luar negeri, seperti Hokkaido Jepang, Karlsure Jerman dan masih banyak lagi;
2. Universitas Islam Sultan Agung / UNISSULA, sebuah universitas yang terletak di kota Semarang;
3. Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan 'Yayasan Lingkungan Hidup' Yogyakarta(STTL YLH);
4. Universitas Winaya Mukti(dulu ATPU/STTPU) memiliki jenjang Program D3 dan S1 merupakan perguruan tinggi swasta pertama di Bandung yang memiliki program Teknik Lingkungan];
5. ITENAS (Institut Teknologi Nasional Bandung);
6. ITA (Institut Teknologi Adityawarman) sekarang Universitas Kebangsaan;
7. Universitas Pasundan;
8. Universitas Trisakti;
9. Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta;
10. Universitas Batanghari JAMBI.[3]
11. Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang [4]
Teknik Lingkungan sebenarnya relatif baru di bidang keprofesian, namun dengan sejarah terbentuknya yang cukup panjang. Gelar, atau titel "Insinyur Lingkungan" atau "Sarjana Teknik Lingkungan" sebenarnya tidak pernah ada hingga tahun 1960 di US, ketika saat itu beberapa program akademik di bidang teknik (engineering) dan kesehatan masyarakat (public health) mencoba untuk berekspansi ruang lingkup studi mereka, dengan tujuan mendapatkan titel yang lebih spesifik menyesuaikan dengan program studi, pelajaran dan material yang ada. Diharapkan perbedaan antara Insinyur Lingkungan (Environmental Engineer) dengan Insinyur Kesehatan Masyarakat (Public Health Expert) serta dengan cabang teknik lain dapat menjadi jelas.
Bagaimanapun juga, teknik lingkungan tidak dapat dipisahkan dari akar sejarahnya, ketika sebenarnya akar dari teknik lingkungan itu melibatkan banyak bidang keilmuan yang lain, sebut saja, teknik sipil, kesehatan masyarakat, ekologi, kimia, serta biologi, geologi dan teknik mekanik, 3 terakhir yang disebut dalam beberapa hal keteknik lingkungan dapat dimasukkan. Di US, meteorologi dikenal juga sebagai salah satu faktor akar dari teknik lingkungan. Walaupun demikian, teknik sipil dan teknik kimia secara luas diakui sebagai unsur pembentuk teknik lingkungan.
Jika diperhatikan di beberapa negara, seperti US, negara-negara Eropa, seringkali teknik lingkungan terletak di bawah bagian teknik sipil, yang mana materi perkuliahannya adalah kombinasi bidang sipil yang bergerak di bidang lingkungan. Jepang, Taiwan atau Malaysia, adalah contoh negara yang seringkali teknik lingkungan berada di bawah bidang teknik kimia. Ini terkait dengan beberapa aspek dalam teknik lingkungan yang juga mempelajari reaksi-reaksi kimia, struktur, proses, kimia lingkungan serta berkaitan dengan kimia air.
Di Indonesia, ambil contoh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Jurusan Teknik Lingkungan berada di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Walaupun materi teknik lingkungan mempelajari baik bagian kimia maupun sipil, namun kecenderungannya teknik lingkungan dititikberatkan ke arah perencanaan sipil, sebagai contoh PBPAM (Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum) ataupun PBPAB (Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Buangan). Jurusan Teknik Lingkungan sendiri sebelum tahun 1982 bernama Teknik Penyehatan Masyarakat. Akan tetapi karena perbedaan yang jelas arah tujuan dua program studi ini serta terkait dengan sumber daya manusia, maka jalurnya diarahkan ke program studi Teknik Lingkungan, selain juga karena faktor adanya Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga.
Teknik Lingkungan adalah sebuah program studi yang berusaha untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dengan pendekatan teknologi. Teknik Lingkungan dijabarkan sebagai pemikiran keteknikan dan keterampilan dalam memecahkan masalah pengendalian lingkungan yang menyangkut penyediaan air minum; sistem pembuangan dan pendaurulangan buangan cair, padat, dan gas; sistem drainase perkotaan dan desa serta sanitasi lingkungan; pengendalian pencemar dan pengelolaan kualitas air, tanah, dan udara; serta pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan.
Lingkup Teknik Lingkungan
Singkat kata, tugas utama dari insinyur lingkungan adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan melindungi (dari degradasi lebih lanjut), mempertahankan (kondisi sekarang), dan meningkatkan lingkungan. Lingkungan rekayasa adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan rekayasa untuk lingkungan. Beberapa menganggap teknik lingkungan untuk memasukkan pengembangan proses berkelanjutan. Ada beberapa divisi dari bidang teknik lingkungan.
Penilaian dampak lingkungan dan mitigasi
Dalam divisi ini, insinyur dan ilmuwan menggunakan identifikasi sistemik dan proses evaluasi untuk menilai dampak potensial dari proyek yang diusulkan, rencana, program, kebijakan, atau tindakan legislatif pada komponen fisik-kimia, biologi, budaya, dan sosial ekonomi pada kondisi lingkungan.[1] Mereka menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa untuk mengevaluasi apakah ada kemungkinan akan ada dampak negatif terhadap kualitas air, kualitas udara, kualitas habitat, flora dan fauna, kapasitas pertanian, dampak lalu lintas, dampak sosial, dampak ekologis, dampak kebisingan, dampak visual (lanskap), dll. Jika dampak berlebihan, mereka kemudian mengembangkan langkah-langkah mitigasi untuk membatasi atau mencegah dampak-dampak tersebut. Sebuah contoh dari ukuran mitigasi akan penciptaan lahan basah di lokasi yang dekat untuk mengurangi mengisi di lahan basah yang diperlukan untuk pembangunan jalan jika tidak mungkin untuk mengubah rute jalan.
Praktek penilaian lingkungan hidup diawali pada tanggal 1 Januari, 1970 tanggal efektif Undang-Undang Kebijakan Lingkungan Nasional (NEPA) di Amerika Serikat. Sejak saat itu, lebih dari 100 berkembang negara maju dan berkembang telah merencanakan undang-undang analog khusus atau telah mengadopsi prosedur yang digunakan di tempat lain. NEPA ini berlaku untuk semua lembaga federal di Amerika Serikat
Pengangkutan air limbah dan Pemrosesannya
Sebagian besar daerah pedesaan dan perkotaan tidak lagi membuang limbah manusia secara langsung ke tanah melalui kakus, septik, dan / atau sistem honey bucket, melainkan penyimpanan limbah tersebut ke dalam air dan menyampaikannya dari rumah tangga melalui sistem saluran pembuangan. Insinyur dan ilmuwan mengembangkan sistem pengumpulan dan diproses untuk membawa ini bahan limbah jauh dari tempat orang tinggal dan menghasilkan limbah dan pembuangan ke lingkungan. Di negara maju, sumber daya yang substansial diterapkan untuk pengobatan dan detoksifikasi limbah ini sebelum dibuang ke sungai, danau, atau sistem laut. Negara-negara berkembang berjuang untuk mendapatkan sumber daya untuk mengembangkan sistem tersebut sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas air di perairan permukaan mereka dan mengurangi resiko terbawa air penyakit menular.
Ada banyak teknologi untuk merawat air limbah. Sebuah kereta pengolahan air limbah dapat terdiri dari sistem clarifier primer untuk menghilangkan bahan padat dan mengambang, sistem perawatan sekunder yang terdiri dari baskom aerasi diikuti oleh flokulasi dan sedimentasi atau sistem lumpur aktif dan clarifier sekunder, sistem nitrogen tersier penghapusan biologis, dan proses desinfeksi akhir. Basin aerasi/ sistem lumpur aktif menghilangkan bahan organik oleh bakteri yang tumbuh (lumpur aktif). Para clarifier sekunder menghilangkan lumpur aktif dari air. Sistem tersier, meskipun tidak selalu dimasukkan karena biaya, menjadi lebih umum untuk menghilangkan nitrogen dan fosfor dan untuk mensterilkan air sebelum dibuang ke aliran air permukaan atau pembuangan laut[2
Manajemen kualitas udara
Insinyur menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa untuk desain proses manufaktur dan pembakaran untuk mengurangi emisi polutan udara ke tingkat yang dapat diterima. Scrubber, electrostatic precipitators, catalytic converter, dan proses lainnya berbagai dimanfaatkan untuk menghapus partikulat, oksida nitrogen, oksida belerang, senyawa organik volatil (VOC), gas organik reaktif (ROG) dan polutan udara lainnya dari gas buang dan sumber-sumber lain sebelum memungkinkan emisi mereka ke atmosfer.
Para ilmuwan telah mengembangkan model dispersi polusi udara untuk mengevaluasi konsentrasi polutan di reseptor atau dampak pada kualitas udara secara keseluruhan dari knalpot kendaraan dan emisi gas industri tumpukan buang. Untuk batas tertentu, tumpang tindih bidang ini keinginan untuk mengurangi karbon dioksida dan emisi gas rumah kaca lainnya dari proses pembakaran.
Teknik lingkungan di Indonesia
Jurusan Teknik Lingkungan di Indonesia pertama kali muncul pada tahun 1983. Adalah Ir. KRT Tjokrokusumo (Alm.) yang berinisiatif untuk mendirikan perguruan Teknik Lingkungan pertama kali di Indonesia pada tanggal 5 Juni 1983 melalui Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta.
Saat ini ada beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia yang mempunyai program studi di bidang ini, antara lain: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Diponegoro, Universitas Mulawarman , UNMUL Samarinda dan Universitas Andalas.[3]
Sedangkan perguruan tinggi swasta di Indonesia yang mempunyai program studi di bidang ini, adalah:
1. Universitas Islam Indonesia atau lebih dikenal dengan singkatan UII, sebuah kampus dengan jurusan teknik lingkungan dengan masa tunggu (mendapatkan peluang kerja)paling singkat, berdasarkan survei 9 Tahun terakhir yaitu berkisar 4 bulan dengan kerjasama dengan berbagai universitas luar negeri, seperti Hokkaido Jepang, Karlsure Jerman dan masih banyak lagi;
2. Universitas Islam Sultan Agung / UNISSULA, sebuah universitas yang terletak di kota Semarang;
3. Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan 'Yayasan Lingkungan Hidup' Yogyakarta(STTL YLH);
4. Universitas Winaya Mukti(dulu ATPU/STTPU) memiliki jenjang Program D3 dan S1 merupakan perguruan tinggi swasta pertama di Bandung yang memiliki program Teknik Lingkungan];
5. ITENAS (Institut Teknologi Nasional Bandung);
6. ITA (Institut Teknologi Adityawarman) sekarang Universitas Kebangsaan;
7. Universitas Pasundan;
8. Universitas Trisakti;
9. Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta;
10. Universitas Batanghari JAMBI.[3]
11. Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang [4]
Teknik Lingkungan sebenarnya relatif baru di bidang keprofesian, namun dengan sejarah terbentuknya yang cukup panjang. Gelar, atau titel "Insinyur Lingkungan" atau "Sarjana Teknik Lingkungan" sebenarnya tidak pernah ada hingga tahun 1960 di US, ketika saat itu beberapa program akademik di bidang teknik (engineering) dan kesehatan masyarakat (public health) mencoba untuk berekspansi ruang lingkup studi mereka, dengan tujuan mendapatkan titel yang lebih spesifik menyesuaikan dengan program studi, pelajaran dan material yang ada. Diharapkan perbedaan antara Insinyur Lingkungan (Environmental Engineer) dengan Insinyur Kesehatan Masyarakat (Public Health Expert) serta dengan cabang teknik lain dapat menjadi jelas.
Bagaimanapun juga, teknik lingkungan tidak dapat dipisahkan dari akar sejarahnya, ketika sebenarnya akar dari teknik lingkungan itu melibatkan banyak bidang keilmuan yang lain, sebut saja, teknik sipil, kesehatan masyarakat, ekologi, kimia, serta biologi, geologi dan teknik mekanik, 3 terakhir yang disebut dalam beberapa hal keteknik lingkungan dapat dimasukkan. Di US, meteorologi dikenal juga sebagai salah satu faktor akar dari teknik lingkungan. Walaupun demikian, teknik sipil dan teknik kimia secara luas diakui sebagai unsur pembentuk teknik lingkungan.
Jika diperhatikan di beberapa negara, seperti US, negara-negara Eropa, seringkali teknik lingkungan terletak di bawah bagian teknik sipil, yang mana materi perkuliahannya adalah kombinasi bidang sipil yang bergerak di bidang lingkungan. Jepang, Taiwan atau Malaysia, adalah contoh negara yang seringkali teknik lingkungan berada di bawah bidang teknik kimia. Ini terkait dengan beberapa aspek dalam teknik lingkungan yang juga mempelajari reaksi-reaksi kimia, struktur, proses, kimia lingkungan serta berkaitan dengan kimia air.
Di Indonesia, ambil contoh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Jurusan Teknik Lingkungan berada di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Walaupun materi teknik lingkungan mempelajari baik bagian kimia maupun sipil, namun kecenderungannya teknik lingkungan dititikberatkan ke arah perencanaan sipil, sebagai contoh PBPAM (Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum) ataupun PBPAB (Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Buangan). Jurusan Teknik Lingkungan sendiri sebelum tahun 1982 bernama Teknik Penyehatan Masyarakat. Akan tetapi karena perbedaan yang jelas arah tujuan dua program studi ini serta terkait dengan sumber daya manusia, maka jalurnya diarahkan ke program studi Teknik Lingkungan, selain juga karena faktor adanya Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga.
Jumat, 26 Agustus 2011
Peter Says Denim, Dari Bandung Untuk Dunia
Sewaktu masih duduk di bangku sekolah menengah atas, Peter Firmansyah terbiasa mengubek-ubek tumpukan baju di pedagang kaki lima. Kini, ia adalah pemilik usaha yang memproduksi busana yang sudah diekspor ke beberapa negara. Tak butuh waktu relatif lama. Semua itu mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini, jins, kaus, dan topi yang menggunakan merek Petersaysdenim, bahkan dikenakan para personel kelompok musik di luar negeri.
Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice & Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman sudah mengenal produksi Peter. Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim.
Pada situs-situs internet kelompok musik itu, label Petersaysdenim juga tercantum sebagai sponsor. Petersaysdenim pun bersanding dengan merek-merek kelas dunia yang menjadi sponsor, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth.
Peter memasang harga jins mulai Rp 385.000, topi mulai Rp 200.000, tas mulai Rp 235.000, dan kaus mulai Rp 200.000. Hasrat Peter terhadap busana bermutu tumbuh saat ia masih SMA. Peter yang lalu menjadi pegawai toko pada tahun 2003 kenal dengan banyak konsumennya dari kalangan berada dan sering kumpul-kumpul. Ia kerap melihat teman-temannya mengenakan busana mahal. "Saya hanya bisa menahan keinginan punya baju bagus. Mereka juga sering ke kelab, mabuk, dan ngebut pakai mobil, tapi saya tidak ikutan. Lagi pula, duit dari mana," ujarnya.
Peter melihat, mereka tampak bangga, bahkan sombong dengan baju, celana, dan sepatu yang mereka dipakai. Harga celana jins saja, misalnya, bisa Rp 3 juta. "Perasaan bangga seperti itulah yang ingin saya munculkan kalau konsumen mengenakan busana produk saya," ujarnya.
Peter kecil akrab dengan kemiskinan. Sewaktu masih kanak-kanak, perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan. Peter pun mengalami masa suram. Orangtuanya harus berutang untuk membeli makanan. Pernah mereka tak mampu membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya. "Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung," kata Peter.
Sewaktu masih SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, yang oleh warga Bandung di pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung. Di kawasan itu dia berupaya mendapatkan produk bermerek, tetapi murah. Cimol saat ini sudah tidak ada lagi. Dulu terkenal sebagai tempat menjajakan busana yang dijual dalam tumpukan.
Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung. Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta. Uang itu pemberian kakeknya sebelum wafat. Tetapi, tak sampai sebulan Peter memutuskan keluar karena kekurangan biaya. Ia berselisih dengan orangtuanya, perselisihan yang sempat disesali Peter, karena sudah menghabiskan biaya besar.
Mulai dari nol
Ia benar-benar memulai usahanya dari nol. Pendapatan selama menjadi pegawai toko disisihkan untuk mengumpulkan modal. Di sela-sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membuat busana. Dalam sebulan, Peter rata-rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per potong. "Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he…," kata Peter. Penghasilan sampingan itu ia dapatkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005.
Pengalaman pahit juga pernah dialami Peter. Pada tahun 2008, misalnya, ia pernah ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur. Pada 2007, Peter juga mengerjakan pesanan jins senilai Rp 30 juta, tetapi pemesan menolak membayar dengan alasan jins itu tak sesuai keinginannya.
"Akhirnya saya terpaksa nombok. Jins dijual murah daripada tidak jadi apa-apa. Tetapi, saya berusaha untuk tidak patah semangat," ujarnya.
Belajar menjahit, memotong, dan membuat desain juga dilakukan sendiri. Sewaktu masih sekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru.
"Saya banyak belajar sejak lima tahun lalu saat sering keliling ke toko, pabrik, atau penjahit," katanya. Ia juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri. Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen-agen pengiriman paket.
Sejak 2007, Peter sudah sanggup membiayai pendidikan tiga adiknya. Seorang di antaranya sudah lulus dari perguruan tinggi dan bekerja. Peter bertekad mendorong dua adiknya yang lain untuk menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana. Ia, bahkan, bisa membelikan mobil untuk orangtuanya dan merenovasi rumah mereka di Jalan Padasuka, Bandung.
"Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua," katanya. Jika dananya sudah mencukupi, ia ingin orangtuanya juga bisa menunaikan ibadah haji.
Meski kuliahnya tak rampung, Peter kini sering mengisi seminar-seminar di kampus. Ia ingin memberikan semangat kepada mereka yang berniat membuka usaha. "Mau anak kuli, buruh, atau petani, kalau punya keinginan dan bekerja keras, pasti ada jalan seperti saya menjalankan usaha ini," ujarnya.
Merek Petersaysdenim berasal dari Peter Says Sorry, nama kelompok musik. Posisi Peter dalam kelompok musik itu sebagai vokalis. "Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim," ujarnya tertawa.
Peter memanfaatkan fungsi jejaring sosial di internet, seperti Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk promosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim. "Juli nanti saya rencana mau ke Kanada untuk bisnis. Teman-teman musisi di sana mau ketemu," katanya.
Akan tetapi, ajakan bertemu itu baru dipenuhi jika urusan bisnis selesai. Ajakan itu juga bukan main-main karena Peter diperbolehkan ikut berkeliling tur dengan bus khusus mereka. Personel kelompok musik lainnya menuturkan, jika sempat berkunjung ke Indonesia ia sangat ingin bertemu Peter. Ia melebarkan sayap bisnis untuk memperlihatkan eksistensi Petersaysdenim terhadap konsumen asing.
"Pokoknya, saya mau ’menjajah’ negara-negara lain. Saya ingin tunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Bandung, punya produk berkualitas," ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)



