Rabu, 22 Februari 2012

Menjadi Lelaki

Menjadi lelaki, harus tabah menjalani. Meski harus menyisakan perih yang tak terlupakan di hati. Menjadi lelaki, harus setia menemani. Disetiap hembusan tiap deru getaran di hati. Mungkin sudah harusnya begini, tangguh tak berarti tak menangis. Dan semua awal yang tak pasti harus jadi perjalanan panjang. Menjadi lelaki, harus kuat dan berani menahan tangis dan rasa sesak ditinggalkan. Menjadi, lelaki harus sabar dan berarti melihat wanita yang tercinta belanja di toko depan sana

Senin, 20 Februari 2012

Sketsa Kehidupan

Kita hidup dan merasakan diri kita hidup dengan indera kita, merasakan tubuh kita, pikiran kita. Padahal dahulu kita tidak merasakannya, atau mungkin kita lupa? Sejak kapan kita merasakan atau menyadari bahwa kita hidup dan dahulu kita tidak hidup? Setiap manusia baik laki-laki atau perempuan ketika dilahirkan dalam keadaan normal akan menangis dengan keras, apakah itu menandakan bahwa kehidupan yang akan dilaluinya penuh dengan penderitaan, kesusahan atau ujian sehingga dia harus menangis dengan keras ketika lahir ke dunia. Apakah seseorang memilih akan dilahirkan oleh siapa, dimana, kapan, dan bagaimana? Suatu hari tiba-tiba saja dia merasakan bahwa dia hidup seperti apa. Seseorang bisa saja lahir di lingkungan keluarga yang baik, sejahtera, atau kaya raya, beradab baik atau berpendidikan tinggi, di negara yang damai makmur atau kaya dan maju, namun bisa juga seseorang lahir dalam situasi yang susah, miskin, konflik dan lain sebagainya. Akan tetapi ada hal yang sama pada saat setiap orang dilahirkan yaitu bahwa dia dalam keadaan lemah, tidak mampu berbuat banyak dan tidak mengetahui macam-macam, dia membutuhkan bantuan untuk hidup. Pada umumnya kedua orang tuanya lah yang membantunya untuk hidup, memenuhi kebutuhannya, mendidiknya hingga ia bisa mandiri. Betapa besar jasa keduanya yang dilandasi dengan cinta yang besar. Beberapa tahun tumbuh dalam asuhan keluarga dengan cinta yang tulus, seseorang mulai merasakan kehidupan, belajar dari lingkungannya dan berkembang sesuai arus yang membawanya. Banyak orang merasakan kesenangan dalam masa kecilnya, bermain, bercanda, bersuka-ria, tidak memikirkan terlalu banyak hal yang rumit. Mungkin terkadang ia ingin cepat dewasa karena beberapa hal namun ketika telah dewasa terkadang ia ingin kembali ke masa kecilnya. Memasuki masa remaja pada umumnya seseorang merasakan dan mengenal lebih banyak hal. Dia mungkin mulai lebih memperhatikan dirinya dan orang lain, merasakan kehidupan sosial, mulai merasa tertarik pada lawan jenisnya, lebih kuat dalam pertemanan, persahabatan, dan kelompok, atau hal-hal lain. Pada masa ini mungkin seseorang dapat mudah terbawa arus sosial dari pergaulan lingkungan kehidupannya misalnya. Dengan semangat tinggi dia dapat melakukan berbagai macam hal namun terkadang dia tak menyadari kurangnya pengetahuan dan pengalamannya sehingga sering terburu-buru dan tidak berpikir panjang. Namun bimbingan dan pendidikan yang baik tentu dapat mengatasi hal ini. Ketika manusia memasuki masa dimana ia harus bisa hidup mandiri, mungkin kehidupanya menjadi lebih rumit. Dia bisa memikirkan kehidupannya, bagaimana dia mencukupi kebutuhannya, dan kebutuhan untuk hidup berkeluarga. Mungkin mempunyai anak menjadikan dia memikirkan kehidupan anaknya dan masa depannya kemudian berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kita dapat melihat kehidupan seseorang setelah tua, ada yang hidup bersama keluarganya ada pula yang sendiri. Seseorang yang telah tua mungkin beristirahat dari pekerjaanya dan menggunakan hasil pekerjaanya dahulu untuk memenuhi kehidupannya. Ada juga yang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Atau ada juga yang kebutuhannya ditanggung oleh anak atau keluarganya. Ada juga yang tinggal di panti jompo bersama teman-teman seusianya lalu sesekali keluarganya menjenguknya. Lalu suatu hari, mau tidak mau kematian akan datang menjemputnya. Itu mungkin gambaran kehidupan sederhana seorang manusia yang sampai usia tuanya, walaupun banyak juga anak-anak atau pemuda yang mati, mereka tidak hidup sampai lanjut usia. Tentu kehidupan bisa lebih rumit, baik masalah-masalah pribadi, keluarga atau sosial bisa hadir dalam setiap masa kehidupan itu. Di samping itu, setiap manusia mempunyai urusan masing-masing sesuai bidang kehidupan tertentu dan itu pun bisa berubah-ubah dari awal sampai akhir hidupnya. Misalnya urusan sesuai bidang pekerjaan atau bisnisnya masing-masing, urusan bidang agama, keyakinan, atau kelompok-kelompoknya, urusan bidang sosial, kemanusiaan, kenegaraan / kebangsaan / politik, urusan bidang ilmu pengetahuan, lingkungan hidup, urusan bidang seni / budaya / olah-raga, atau sekedar urusan hobi / kesukaan masing-masing, dll. Apa rasa kehidupan? setiap orang mungkin pernah merasakan suka, duka, senang, sedih, gembira, susah, bahagia, menderita, tawa, tangis, ceria, nestapa, haru, bosan, malas, cinta, semangat, rindu, sepi, takut, khawatir, marah, patah hati, kecewa, malu, putus asa, pesimis, optimis, penuh harap. Ataukah ada yang hidupnya selalu sedih, atau selalu senang? Apakah setiap manusia ingin hidup bahagia? Lalu bagaimanakah hidup yang bahagia itu? Apakah nikmat yang tertinggi di dunia? Apakah tujuan kehidupan manusia di dunia itu? Apakah harta yang banyak sehingga dapat melakukan berbagai hal yang diinginkan? Atau kekuasaan yang tinggi, kekuatan dan keberanian? Mengabdi kepada bangsa dan negara? Atau hidup damai sejahtera terpenuhi segala kebutuhannya sampai tua? Atau popularitas, terkenal dan disanjung-sanjung oleh manusia karena kebaikannya yang sangat banyak semasa hidupnya? Mempunyai keluarga dan teman-teman yang baik terhadap dirinya? Atau mempunyai pengikut yang banyak, kuat dan setia? Atau hidup normal, baik dan bermanfaat bagi yang lain? Mendapatkan cinta dari orang yang dicintainya? Atau mendapatkan kebenaran dan ilmu pengetahuan yang kokoh? Melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya agar kehidupan berikutnya menjadi lebih baik? Atau untuk beribadah / mengabdi kepada Tuhan semesta alam? Atau tujuan yang lain? Manakah yang benar dan menghasilkan kebahagiaan bagi yang memilikinya? Setiap tujuan tentu memiliki konsekuensi masing-masing, jalan-jalan untuk mencapainya, dan halangan, rintangan, hambatan, serta cobaan yang siap menghadang. Setiap orang tentu menginginkan kebaikan, minimal untuk dirinya sendiri dan tentu ingin memiliki sifat baik. Coba, apakah seseorang senang jika disebut sebagai orang baik atau memiliki sifat-sifat yang baik, apakah dia senang jika disebut sebagai orang jahat atau memiliki sifat-sifat yang buruk? Mungkin berikut adalah beberapa sifat baik yang kita berusaha atau ingin memilikinya: Baik hati, rendah hati, lemah lembut, santun, sopan, tenang, bijaksana, tutur katanya baik, tidak pamer, rajin, tekun, ulet, semangat, percaya diri, pintar, pandai, cerdik, mahir, kuat, tegas, berani, optimis, lapang dada, sabar, waspada, mawas diri, tegar, teguh, tabah, pemaaf, penyayang, suka menolong, dermawan, pengertian, perhatian, peduli, jujur, adil, setia, terpercaya, giat bekerja, pekerja keras, jeli, teliti, taat, patuh, tertib, disiplin, mau belajar dan memperbaiki diri, dan lain sebagainya. Mungkin dengan sifat-sifat itu kita akan mendapatkan kebahagiaan, tujuan hidup yang benar, dan kebaikan kehidupan. Bagaimanapun kehidupan adalah anugerah yang sedang kita jalani, kita mungkin telah banyak merasakan banyak hal dalam kehidupan dan itu dapat menjadi pelajaran berharga, namun mungkin juga masih banyak hal penting dalam kehidupan yang perlu kita pelajari jika kita menginginkan kehidupan yang lebih baik. (Inspired : TULISAN KEHIDUPAN ; belajar kehidupan tuk lebih baik)

Sabtu, 11 Februari 2012

LET'S SHOP

Inspirited : I AM A SUMMER PIRATE

From My First Semester

Peralihan antara masa seorang pelajar SMA yang bisa dibilang masih ababil ke masa-masa yang harusnya sudah mulai stabil yaitu sebagai MAHASISWA. Awalnya bimbang dan penuh polemik, bahasa kerennya complicated dan bahasa alaynya galau. Karena di awal masa perkuliahan sedikit tidak sesuai dengan keinginan, sedikit berbelok dari universitas dambaan (sebenarnya jauh juga belokannya). Seperti kata pepatah, “ingin hati memeluk jupe apa daya kocek tak sampai”, semacam itulah pemirsa. Keinginanku yang menggebu-gebu untuk masuk Universitas Brawijaya Malang ternyata tak cukup untuk mengantarkanku kesana, mungkin memang tidak berjodoh dengan kota Malang atau tanah kelahiranku enggan melepas putra terbaiknya untuk merantau ke pulau seberang. Semua problema itu menghantarkanku menjadi seorang Mahasiswa Universitas tercinta di Kalimantan Selatan, Lambung Mangkurat University, jurusan Lingkungan tentunya. Walaupun masih berada dibawah langit yang sama, cuma agak sedikit menaiki gunung, terpisah dengan orang tua dan menempuh jarak ±30 km aku mulai mengukir tinta perjalananku untuk menjadi seorang Sarjana Teknik. Suhendra Amka Putra dengan NIM : H1E111048. Setelah mengurus semua pembiayaan aku resmi menjadi bagian dari UNLAM. Singkat kata singkat cerita, satu semester telah berhasil aku lewati dengan penuh kerikil kecil dan tanjakan serta tikungan tajam, namun puji syukur ke hadirat Allah SWT karena aku berhasil menjalaninya dan memperoleh hasil yang lumayan, walaupun masih belum maksimal. Namun cukup bangga dan merasa sedikit dibumbui keberuntungan dan keajaiban aku mendapatkan IPK 3,33 yang ternyata turun menjadi 3,19 karena kesalahan penglihatan dalam mengamati nilai. Ironis karena mata kuliah yang membuat IPK ku turun itu adalah mata kuliah yag berada dibawah asuhanku (sombongnya, padahal hanya Koti). Special greeting for my parents yang telah 100% mendukung kuliahku, maaf masih belum bias dapat IPK 4,00. Dan untuk my beloved girlfriend, thanks for support and still love me although long distance.

Konsep Bahagia

Konsep bahagia tiap orang itu berbeda, ada yang baru merasakan bahagia kalau ada di bawah sorotan, dipuja puja, dielukan, ada yang bahagia saat punya uang banyak, ada yang bahagia setelah barang yang mau dibeli akhirnya kebeli juga.. Kebahagian saya simpel, ketika bisa membuat orang disekitar saya senyum.. Kadang harus ngalah, harus mundur beberapa langkah supaya saat berada dibawah sorotan, bayangan yang tercipta tidak terlalu besar dan nutupin yang dibelakang.. Satu hal yang paling saya ingat adalah kalimat "bahagia itu mensyukuri nikmat dan menikmati syukur". Saya punya teman penggerutu, sedih lihatnya, sepertinya semua yang dia dapat tidak bisa membuat dia puas, dia terus dan terus dan terus menggerutu sampai lupa apa saja yang sudah dia dapat dan dia dapat dari mana, sedih tapi senang, karena disitu saya selalu diingatkan untuk bahagia, untuk lebih berhati besar dan ingat semua ini dapet darimana.. Dan tidak sedetikpun saya ragu untuk menaruh kebahagiaan itu kembali ketempat yang membuat saya bahagia.. Ingat, semua akan kembali ke tanah. Ingat, setinggi apa kamu meloncat, gravitasi akan selalu menang. Kebahagiaan itu bukan saat ada diatas langit, tapi ditanah dimana kamu berasal. Pergilah mencari kebahagiaan dan bawa kebahagiaan itu pulang. Orang yang bersyukur adalah orang yang selalu ingat jalan pulang. Always remember where you came from. And always remember that happiness is like a bag of weed, you have to share it with your friends. Kebahagiaan tidak ada tanggal kadaluarsanya, tapi, tanggal produksinya harus ditetapkan sendiri, lalu distribusikanlah. (Inspirated : I AM A SUMMER PIRATE)