Minggu, 17 Juli 2011


Monkey to Millionaire tidak seperti band-band power pop kebanyakan yang memaksakan harmonisasi vokal, dan gaya bernyanyi ke-weezer-weezeran atau beberapa band yang kurang beruntung menjadi ke adon-adon-an (ada yang tau Adon dan Sigit? jika kurang tahu cek ke orang-orang yang berumur 25 – 40 dan tinggal di Indonesia pada kurun waktu 90-an)

Monkey to Millionaire bisa dibilang lepas dari stereotip itu, sehingga karakter mereka cukup menonjol, terutama di lagu-lagu berlirik bahasa Indonesia. Mungkin karena lebih mudah dicerna dibandingkan lirik-lirik berbahasa Inggris mereka.

bicara soal lirik, di sampul album mereka, lirik-lirik tersebut ditulis dengan tulisan tangan, dan jika kamu membacanya baik-baik kamu akan menemukan beberapa salah eja. coba temukan.

have fun reading and listening then.